Hukum & Kriminal

Terus Usut Kasus Korupsi Jasmas Surabaya, Gerindra Apresiasi Kejari Tanjung Perak

Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Surabaya, AH Thony

Surabaya (beritajatim.com) – DPC Partai Gerindra Kota Surabaya mengapresiasi langkah Kejari Tanjung Perak yang terus mengusut kasus korupsi Jasmas. Mereka berharap, semangat yang ada adalah demi penegakan hukum.

“Tentunya kami mengapresiasi langkah Kejari yang terus mengusut kasus itu (Jasmas). Hanya saja, di jilid II ini jangan sampai semangatnya berubah. Misalnya, dari penegakan hukum menjadi kriminalisasi semata. Harus tetap demi penegakan hukum,” ujar Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Surabaya, AH Thony.

Thony pun mengingatkan jajaran Kejaksaan agar berhati-hati dalam menangani kasus korupsi ini. Hal itu, menurutnya, karena legitimasi penegak hukum di mata masyarakat saat ini turut tengah dipertaruhkan.

“Jangan sampai hukum itu menjadi tumpul kena brankas. Atau, karena orangnya berduit jadi bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” tegas Thony.

Sebelumnya, dalam kesempatan berbeda, pakar hukum pidana korupsi asal UNAIR, Wayan Titip Sulaksana mendesak agar kasus Jasmas (Jaring Aspirasi Masyarakat) diusut tuntas oleh pihak Kejari Tanjung Perak. Menurutnya, saat ini waktunya pihak kejaksaan membuktikan diri.

“Ayo ikuti aliran dananya. Diusut tuntas. Kalau dari pihak Pemkot ada yang ikut merasakan, sikat saja juga semua. Harus diusut tuntas. Waktunya ini,” kata Wayan Titip, Senin (23/9/2019).

“Kepala Kejari Perak ini kan orang bagus. Pernah jadi Jaksa KPK juga. Bagus ini. Harus ini diusut tuntas sampai ke akar-akarnya,” tambahnya.

Pemeriksaan Ketua DPRD Surabaya periode 2014-2019, Armuji pun tak lepas disoroti oleh Wayan Titip. Peran dan keterlibatan anggota DPRD Jatim 2019-2024 itu harus diusut tuntas juga.

“Kalau tahu dan ikut menerima, ya harus ditersangkakan di kasus korupsinya. Kalau hanya tahu saja, tapi tidak melaporkan nah ini bisa kena KUHP pasal 165. Pidana umum itu, bukan korupsi, karena tahu ada bagi-bagi duit tapi tidak melaporkan kepada atasannya atau penegak hukum,” tegas Wayan Titip.

Sebagai informasi, enam orang tersangka yang telah ditetapkan dalam perkara ini adalah anggota DPRD Kota Surabaya periode 2014 – 2019. Mereka yaitu Syaiful Aidy dari Partai Amanat Nasional (PAN), Dini Rijanti dan Ratih Retnowati (anggota dewan aktif), keduanya dari Partai Demokrat, Binti Rochmah dari Partai Golongan Rakyat (Golkar), Sugito dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), serta Aden Dharmawan dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Meski demikian, penyidikan dugaan kasus korupsi dana Jaring Aspirasi Masyarakat (Jasmas) Pemkot Surabaya 2016 terus berlanjut.

Terbaru, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak memintai keterangan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya periode 2014 – 2019, Armuji.[ifw/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar