Hukum & Kriminal

Terungkap Dalam Dakwaan Jaksa, Basis Boomerang Kecanduan Narkotika Sejak 1982

Basis Boomerang Hubert Henry alias Henry menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (26/8/2019)

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ali Prakoso dalam dakwaannya menyebut bahwa
basis Boomerang, Hubert Henry Limahelu memiliki ketergantungan terhadap ganja sejak 37 tahun lalu. Dalam surat dakwaanya, perbuatan terdakwa Henry telah bertentangan dengan Pasal 114 ayat (1) atau Pasal 111 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Bawa ganja tersebut dipakai untuk dikonsumsi sendiri dan terdakwa telah mengkonsumsi ganja sejak tahun 1982,”terang Jaksa Ali Prakoso saat membacakan surat dakwaanya.

Atas dakwaan tersebut delapan tim penasehat hukum terdakwa Henry mengaku akan perlawanan yang disampaikan dalam eksepsi pada sidang, Selasa (3/9/2019) mendatang. “Kami mengajukan eksepsi yang mulia,” kata Robert Mantinia, ketua tim penasehat hukum terdakwa Henry pada majelis hakim yang diketuai Anne Rusiana.

Usai persidangan Robert Mantinia menyampaikan alasannya mengajukan eksepsi. Ia menyebut, bahwa kasus Henry tidak harus sampai pengadilan. “Mestinya harus direhabilitasi, tapi kami tetap menghormati proses hukum yang sudah berjalan. Dan kami akan buktikan bahwa klien kami hanyalah sebagai pecandu, sehingga layak untuk mendapatkan keadilan untuk direhabilitasi,”kata Robert Mantinia. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar