Hukum & Kriminal

Tertipu Perumahan Murah, 17 Orang di Ponorogo Lapor Polisi

Sejumlah orang melapor ke SPKT Polres Ponorogo, mereka merasa ditipu oleh pengembang perumahan.(foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Ada 17 orang pembeli rumah di perumahan Dreamland di Dukuh Punyut Desa Pelalangan Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo berbondong-bondong melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ponorogo. Pasalnya mereka merasa ditipu oleh Sarjito, oknum pengembang perumahan tersebut.

Ada yang sudah lunas dan rumah sudah jadi namun sertifikatnya belum keluar, ada yang sudah lunas, namun bangunan rumahnya masih pondasi. Malahan ada yang sudah bayar lunas dan belum juga kunjung dibangun sampai tenggat waktu yang ditentukan. Bahkan tanah yang belum terbangun ini, sekarang hanya ditumbuhi tumbuhan liar.

“Sarjito ini malah menghilang sejak awal 2019 lalu,” kata Dewi, salah seorang korban usai melapor di SPKT Polres Ponorogo, Senin (27/1/2020).

Dewi yang sudah membayar lunas sebesar Rp 135 juta, namun rumahnya belum dibangun itu merasa tidak enak kepada mertuanya. Karena niatnya membeli rumah di perumahan Dreamland tersebut untuk membelikan mertuanya. Bapak mertuanya, kata Dewi saat meninjau lokasi perumahan, sempat ragu ingin membeli. “Karena promosi harganya murah, akhirnya tergiur membelinya. Apalagi kalau bayar cash di depan harganya bisa lebih murah,” katanya.

Sementara korban lainnya, Agus Nugroho lebih beruntung rumahnya sudah jadi dan kini sudah dihuni bersama anak dan istrinya. Namun yang membuat was-was, meski sudah dibayar lunas tetapi sertifikatnya tak kunjung diberikan. “Mau tak tagih sertifikatnya, orangnya menghilang,” katanya.

Menurut informasi yang diperoleh Agus, sertifikat itu belum dipecah-pecah. Malahan, sertifikat induk itu, oleh Sarjito dimasukan ke bank untuk anggunan pinjaman. Dia khawatir jika sewaktu-waktu perumahannya itu disita oleh bank, karena Sarjito juga tidak membayar angsuran banknya. “Dengan melapor pihak kepolisian ini, kami ingin mencari keadilan untuk masalah ini. Karena yang dirugikan ini, kami para pembeli,” pungkasnya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar