Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Tersangka Pencabulan Jombang Tantang Polisi, Ini Jawaban Kapolda Jatim

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta saat di Polrestabes Surabaya, Senin (27/12/2021)

Surabaya (beritajatim.com) – Tersangka pencabulan dan pelecehan seksual, MSA (40) yang merupakan anak dari Pengasuh Pondok Pesantren di Jombang menyatakan bahwa dirinya menjadi korban fitnah oleh Polres dan Pemkab Jombang di akun media sosial miliknya.

Pernyataan tersebut diungkapkan dalam media sosial instagram dengan nama Andeweazallosplos dimana dirinya menyatakan sedang bermain badminton yang dikeroyok oleh Penguasa Jombang, yang diunggah pada

“Lagi bertanding Badminton dengan Penguasa Jombang, tapi gak asyik tu Polres mosok (masa) keroyokan gitu…semua org (orang) bisa kalau maen2 (main main) fitnah keji dan keroyokan,” unggahnya dengan memasang emoticon sedih.

MSA juga mengungkapkan Kapolres dan Bupati Jombang harus malu dengan seragam yang digunakan, tersangka MSA juga menyatakan bahwa hingga saat ini dirinya tidak pernah menghindar dan masih berada di Losari Ploso Jombang.

“Malu sama baju coklatmu hai Kapolres Jombang. Malu sama baju Bupatimu hai pemerintah Jombang. Isin2iii (malu maluin) keroyokan. Gua masih disini tempat ! Losplos city of angel. Gak kemana mana tuaan.. Tinggal ambil aja kan beres..itupun kalo (kalau) mampu (emoticon melet) tak tunggu di losplos tuan penguasa jombang,” tambahnya.

Selain menantang Polisi dan Bupati Jombang, MSA juga mengajak Presiden Joko Widodo turut dalam permainan yang disebut sebagai Badminton tersebut.

“Ta tagnya sekalian wak presiden jokowi @jokowi monggo wak presiden kalo (kalau) mau ikutan tanding badminton sama anak buah sampean polres dan pemkab Jombang bupati sama wakil,” tantangnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta saat berada di Polrestabes Surabaya menyatakan pihaknya (kepolisian) akan menanggapi seluruh laporan masyarakat terkait tindak pidana.

“Bukan hanya dalam kasus di Jombang, kami akan memproses seluruh laporan masyarakat atas tindak pidana dengan mengumpulkan barang bukti untuk diproses secara hukum,” ungkap Nico.

Nico juga menegaskan, pihaknya sedang mengumpulkan barang bukti atas proses hukum MSA dengan terus melakukan koordinasi dengan kejaksaan (Kejati) Jatim pasca Praperdilan yang diajukan tersangka ke Pengadilan Negeri Surabaya ditolak oleh hakim.

“Beberapa waktu lalu, tersangka mengajukan prapid (praperadilan), dan pengadilan negeri Surabaya menyatakan bahwa penyidikan di Polda Jatim khususnya Krimum, sudah bekerja sesuai dengan prosedur sehingga ditolak,” ungkap Nico.

Niko menegaskan, pihaknya telah melakukan pengumpulan barang bukti sesuai P19 dan akan melengkapinya sehingga dapat dilimpahkan dan melakukan proses hukum sesuai dengan ketentuan.

“Kami sedang mengumpulkan barang bukti sesuai P19 atas petunjuk Jaksa, sehingga dapat dinyatakan lengkap hingga proses hukum dapat dilimpahkan ke pengadilan,” pungkasnya. (ang/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar