Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Tersangka Pencabulan Jombang Masih Bebas, Kapolda Jatim: Semua Proses Masih Berjalan

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta saat di Polrestabes Surabaya, Senin (27/12/2021)

Surabaya (beritajatim.com) – MSA (40) anak dari Pengasuh Pondok Pesantren di Jombang yang dilaporkan sejak akhir 2019 lalu telah ditetapkan sebagai tersangka atas pelecehan seksual terhadap santriwatinya. Namun, hingga saat ini MSA belum juga ditahan.

Disinggung terkait hal tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengaku terus memproses semua laporan yang ada. Ia menegaskan, terkait kasus pencabulan dan pelecehan seksual MSA, pihaknya telah mengumpulkan barang bukti untuk dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Kapolda Jatim telah menindaklanjuti menerima laporan masyarakat yang terlecehkan terkait kasus pelecehan seksual ini, maka proses masih berjalan dan koordinasi terus dilakukan dengan kejaksaan, dengan pengumpulan dan melengkapi barang bukti sesuai P 19 yang telah diberikan,” ungkap Nico saat berkunjung ke Polrestabes Surabaya, Senin (27/12/2021).

Nico menjelaskan, proses penyidikan tersebut tetap dan harus dilanjutkan untuk proses penegakan hukum, dengan mengumpulkan alat bukti sesuai prosedur dan mekanisme yang ada di prapid (praperadilan) yang diajukan tersangka MSA beberapa waktu lalu.

“Langkah selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan kejaksaan (Kejati Jatim) untuk memenuhi P 19 tersebut dan kami terus berupaya mengumpulkannya,” tambahnya.

Nico juga mengaku sangat terpukul dengan 5 korban yang terus mempertanyakan kasus pelecehan yang dialaminya, karena menganggap Polisi kurang merespon dengan cepat hingga memakan waktu 2 tahun lebih.

“Bisa dibayangkan,bagaimana kondisi korban yang mendatangi kepolisian mempertanyakan berkali kali, Pak bagaimana pak kasus kami. Kami sudah dilecehkan sudah ada 5 korban, kok polisi gak maju maju,” ujarnya.

Atas pertanyaan perkembangan kasus pelecehan seksual itu, Kapolda Jatim mengajak semua elemen bekerja sama untuk mengumpulkan bukti bukti agar terpenuhi dan mempercepat proses penyidikan sehingga dapat dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Nah hal ini yang kami komunikasikan terus, boleh ayo bukti kita lengkapi supaya apa yang dilaporkan terpenuhi alat buktinya, sehingga Insyaallah dapat disidangkan sehingga pelaku dapat diproses secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Nico. (ang/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar