Hukum & Kriminal

Tersangka Mengaku Dapat Sabu dari Lapas Klas IIB Mojokerto, Ini Kata Kalapas

Kalapas Klas IIB Mojokerto, Wahyu Susetyo. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Tersangka kasus narkoba, M Rohmatul Arif yang diamankan anggota Unit Reskrim Polsek Jatirejo dalam Operasi Bina Kusuma mengaku mendapatkan narkoba jenis sabu dari salah satu napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto.

Warga Jalan WR Supratman Desa Dinoyo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto ini diamankan di rumah kos Dusun Bulaksempu, Desa Gebangsari, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto pada, Senin (2/3/2020) lalu. Barang bukti sabu sebanyak 120,01 gram diamankan dari tangan tersangka.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Mojokerto, Wahyu Susetyo mengatakan, untuk sementara pihaknya belum mendapatkan informasi dari Polres Mojokerto terkait pengakuan tersangka. “Belum ada koordinasi dengan Polres Mojokerto,” ungkapnya, Jumat (13/3/2020).

Masih kata Kalapas, jika memang ada napi di Lapas Klas IIB Mojokerto yang terlibat peredaran narkoba, pihaknya akan mencari tahu. Lapas Klas IIB Mojokerto rutin melakukan inspeksi mendadak di setiap sel tahanan yang ada di Lapas Klas IIB Mojokerto.

“Jika memang ada kita akan cari tahu siapa yang ada di dalam yang bermain. Soal berita tersebut sudah dilakukan sidak rutin, agar warga binaan tidak berbuat sesuatu yang tidak diinginkan. Hasil sidak rutin, ditemukan sajam, cas HP, handset dan barang tidak pantas di dalam kamar,” katanya.

Selain itu, untuk menghindari adanya barang yang dilarang masuk ke dalam dari pengunjung, setiap pengunjung yang masuk digeledah. Baik terhadap barang titipan maupun orang yang datang membesuk. Kalapas menjelaskan, jika dari 797 penghuni Lapas Klas IIB Mojokerto, 70 persen adalah kasus narkoba.

“Napi narkoba di Lapas 70 persen, sisanya 30 persen adalah napi kasus pidana umum. Isi Lapas saat ini 797 orang, overload 150 persen dari kapasitas 344 orang. Penghuni terlalu banyak tidak sesuai kapasitas yang ada. Padat sehingga sesekali mengirim ke rutan yang isinya tidak terlalu padat. Bukan Februari kemarin, kita melakukan pengiriman napi ke UPT, 10 sampai 20 orang,” tegasnya.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar