Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Tersangka Investasi Bodong di Lamongan Bertambah, 2 Reseller Diciduk

Foto ilustrasi uang rupiah

Lamongan (beritajatim.com) – Kasus investasi bodong di Lamongan masih saja menggeliat. Usai dalangnya yang bernama Samudra Zahrotul Bilad (21) diciduk, kini dua resellernya pun turut ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun 2 reseller tersebut yakni Arum Rahmawati (23) asal Dusun Widang RT 03 RW 01 Desa Karang, Kecamatan Sekaran, Lamongan, dan Silviya Arbiyati (23) asal Desa Pangkatrejo, RT 01 RW 01, Kecamatan Maduran, Lamongan.

Setelah diperiksa dan dilakukan penyidikan oleh Unit II Pidana Tertentu (Pidter) Sat Reskrim Polres Lamongan, kedua reseller tersebut dinyatakan terlibat sebagai pelaku penipuan berkedok investasi.

“Tadi 2 reseller, Arum sama Silvi sudah diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Yoan Septi Hendri kepada wartawan, Jumat (28/1/2022).

Menurut Yoan, guna kepentingan proses hukum lanjut, keduanya harus ditahan. Dengan begitu, keduanya tak bisa melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan jera sehingga tak mengulangi perbuatannya lagi.

Lebih lanjut Yoan mengungkapkan, para korban yang terjerat dalam kasus ini cukup banyak. “Korban .selain dari Lamongan, juga dari Gresik. Tapi yang paling banyak adalah warga Lamongan,” ungkapnya.

Diketahui, modus kedua tersangka yakni menawarkan sejumlah iming-iming melalui media sosial kepada para calon korbannya yang mau menanamkan modal. Praktik ini telah mereka jalankan sejak Desember lalu.

Dengan menjanjikan nilai keuntungan 50 persen selama 10 hari kepada calon korbannya, banyak masyarakat yang terbuai oleh janji manisnya dan mau menyetorkan uang ke rekening tersangka.

Nahasnya, setelah para korban menyetorkan uangnya dengan maksud investasi, mereka tak kunjung diberikan keuntungan pada hari yang ditentukan. Tercatat, ada ratusan orang yang terjebak. Dan uang yang berhasil diraup tersangka mencapai Rp 2 miliar.

“Penyerahan uang investasi tersebut ada yang diserahkan di rumah tersangka dan juga ada yang diambil oleh tersangka di rumah korban,” terang Yoan.

Lantaran merasa dirugikan oleh tipu daya kedua tersangka, para korban ini pun segera melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Mendapat laporan, polisi akhirnya gerak cepat untuk meringkus kedua tersangka tersebut.

Saat ditangkap, kedua tersangka mengaku, mereka belum memberikan pencairan uang investasi kepada para korban. Menurut tersangka, uang dari korban sudah disetorkan ke sang owner, yakni Samudra Zahrotul Bilad.

“Kedua tersangka ini dijerat pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan,” ujar Yoan.

Yoan menambahkan, kemungkinan masih ada satu calon tersangka lagi yang baru dilaporkan oleh para korbannya. Meski begitu, pihaknya belum bisa memastikan, kapan 1 orang yang juga reseller itu tuntas diperiksa.

“Kan baru dilaporkan, Mas. Kita masih harus melakukan serangkaian pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut, ditunggu saja,” pungkasnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar