Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Terlilit Hutang Jadi Alasan Oknum ASN Pemprov Sumatera Utara Terlibat Jaringan Narkoba

Surabaya (beritajatim.com)  – Unit I Satreskoba Polrestabes Surabaya, membekuk Junandas (33) warga Jl Rajawali, Sumatera Utara, dan Murliadi(40) warga asal Gumpang Matangkuli, Aceh Utara, yang merupakan Aparatur Negeri Sipil (ASN) di Pemprov Sumatera Utara usai ketahuan membawa dan mengedarkan sabu di salah satu kamar Hotel di kawasan Juanda, Sidoarjo, pada Jumat (12/11/2021).

Dari pengakuan tersangka, Murliadi (40) mengatakan, ia nekat masuk jaringan narkoba karena terdampak  Pandemi COVID-19. Ia yang sudah terlilit hutang, nekat masuk jaringan narkoba.

“Saya punya hutang banyak Pak, waktu Pandemi kemarin,” ucapnya.

Tersangka Murliadi juga mengaku, bahwa gajinya sebagai ASN  tidak cukup, karena surat keterangan (SK) pengangkatannya sudah dibuat jaminan ke Bank.” Gaji saya sudah dipotong, karena SK sudah saya jaminkan ke Bank, dan baru sekali ini ikut rencananya buat bayar hutang,” pungkasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya, Kompol Daniel Marunduri membenarkan, bahwa tersangka Murliadi merupakan oknum ASN di Pemprov Sumatera Utara.

“Benar, sesuai pengakuannya, tersangka MR adalah berprofesi sebagai ASN di Pemprov Sumatera,” ucapnya.

Ditanya tentang seberapa sering tersangka mengedarkan sabu ke Jawa Timur, Daniel Daniel mengungkapkan sudah beberapa kali.

” Tersangka sudah melakukan pengiriman sabu ke Jawa timur sebanyak tiga kali, dengan upah Rp 20 juta dalam 1 kg nya,” tambahnya.

Daniel menambahkan, pihaknya mendapat informasi adanya pengiriman narkotika dari Sumatera Utara ke Jawa Timur, sehingga pihaknya melakukan penyelidikan.

“Kami melakukan penyelidikan atas informasi akan adanya pengiriman sabu melalui penerbangan dari Sumatera ke Jawa Timur. Anggota yang kami sebar di sekitar Bandara, mendapati dua orang yang sangat mencurigakan sehingga dilakukan pembuntutan,” paparnya lebih lanjut.

Petugas langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap kedua tersangka sesaat masuk kamar hotel dan ditemukan barang bukti 10 paket sabu dengan berat keseluruhan 1 kg.

“Setelah dilakukan penggeledahan, kami mendapati 10 paket sabu dengan berat keseluruhan 1 kg itu, ditemukan di celana kedua tersangka. Mereka menyimpan barang bukti itu, untuk menghindari terdeteksi X-Ray,” pungkasnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan diancam pidana hukuman mati.” (ang/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Anoa Dataran Rendah Koleksi KBS Mati

Unik dan Lucu, Lomba Sugar Glider di Surabaya

Aryo Seno Bicara Organisasi Sayap PDI Perjuangan