Hukum & Kriminal

Dimasukkan Buah Salak

Terkuak, Ini Asal Muasal 1.815 Butir Pil Koplo yang Diselundupkan ke Lapas Jombang

Kepala Satuan Resnarkoba Polres Jombang AKP M Mukid

Jombang (beritajatim.com) – Asal muasal salak berisi 1.815 butir pil koplo yang diselundupkan oleh VN alias Vina ke Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Jombang akhirnya terkuak. Barang haram tersebut berasal dari pria misterius di area persawahan Kecamatan Diwek, Jombang. Sementara Vina hanya bertugas sebagai kurir dan diberi upah Rp 200 ribu.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Satuan Resnarkoba Polres Jombang AKP M Mukid berdasarkan pengakuan dari Vina saat menjalani pemeriksaan. “Saat ini kami sedang memburu pria misterius tersebut. Dalam pengakuannya, Vina tidak kenal dengan pria itu,” kata Mukid ketika di ruang kerjanya, Selasa (25/8/2020).

Mukid menjelaskan, selama ini Vina tinggal di Kecamatan Ngronggot, Nganjuk. Sedangkan suami Vina, yakni Hermanto alias Baron, mendekam di Lapas Jombang sejak 1,5 tahun lalu. Baron merupakan napi kasus narkoba. Dia ditangkap saat mengedarkan sabu di Kecamatan Kesamben, Jombang.

Meski mendekam di Lapas, ternyata Baron masih bisa berkomunikasi dengan sang istri. Pasalnya, di Lapas tersebut menyediakan fasilitas telepon atau wartel (warung telepon). Dari situlah Baron menghubungi Vina. Dalam percakapan lewat ujung telepon, Baron meminta istrinya menemui seorang pria di area persawahan Kecamatan Diwek untuk mengambil titipan. Vina menyanggupi permintaan tersebut.

Keesokan harinya, Senin (24/8/2020) pagi, Vina berangkat dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Dari Ngronggot menuju Jombang. Benar apa yang dikatakan Baron. Vina bertemua dengan seorang pria di persawahan. Pria misterius itu menitipkan satu plastik kresek warna hitam putih yang berisi salak. Usai menyerahkan buah itu, pria tersebut menghilang.

Sedangkan Vina melanjutkan perjalanan menuju Lapas Jombang. Karena tidak boleh membesuk secara langsung, Vina menitipkan paketan salak itu di pos penjagaan. Di plastik itu tertulis nama warga binaan yang hendak dikirimi paket buah, yakni Hermanto alias Baron. Nama pengirim, Vina berikut alamatnya juga tertera di kantung plastik itu. Usai menitipkan, Vina balik kanan.

Sebelum meneruskan titipan ke sel yang dituju, dilakukan pemeriksaan terlebih dulu. Nah, dari situlah penyelundupan itu terbongkar. Petugas melihat ada tisu warna putih yang menyembul dari dalam buah salak. Kecurigaan petugas semakin bertambah. Karena saat dipegang, buah salak sangat empuk.

“Tentu saja, salak yang berjumlah 32 buah itu diperiksa. Kecurigaan petugas terbukti. Karena saat dipecah di dalam buah tersebut terdapat butiran pil koplo jenis dobel L. Vina mengakui semua perbuatan yang dilakukan. Tapi dia bersikukuh tidak kenal dengan pria yang menitipkan buah salak itu,” lanjut Mukid.

Bahkan Via mengaku mendapatkan upah Rp 200 ribu atas jasanya mengantar salak berisi pil koplo. Meski demikian, polisi tidak kehabisan akal. Rencananya, seluruh pengakuan Vina itu akan dikonfrontir ke Hermanto. Dari situ, lanjut Mukid, akan diketahui siapa pria yang menyuplai 1.815 butir pil koplo ke Lapas Jombang. “Besok kita konfrontir,” tambahnya.

Seperti diberitakan, Lapas Jombang menggagalkan penyelundupan salah berisi 1.815 butir pil koplo. Buah tersebut dititipkan ke penjaga di pos Lapas untuk diberikan kepada salah satu warga binaan, Senin (24/8/2020).

Salak yang dikirimkan tersebut sebanyak 32 buah. Dari jumlah itu, sebanyak sembilan buah berisi pil koplo. Nah, masing-masing diisi 190 butir pil koplo. Jadi totalnya ada 1.815 butir. Pil tersebut hendak dikirim ke suami pelaku yang sudah mendekam di Lapas. [suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar