Hukum & Kriminal

Terkuak, Identitas Mr X yang Tewas di Bukit Jamur Gresik

Gresik (beritajatim.com)- Teka-teki identitas Mr X yang tewas mengapung di kubangan bukit jamur mulai terungkap. Diduga korban yang tewas bernama Achmad Arinal Hakim yang biasa dipanggil Arif asal Desa Sidomukti, Kecamatan Bungah, Gresik.

Aril merupakan anak yang hilang dan pernah dilaporkan ke Polsek Bungah sejak Rabu (28/10/2020). Hal ini juga disampaikan Arifin, orang tua korban. Warga asal Desa Sidomukti itu bersama perangkat desa langsung mendatangi kamar mayat RSUD Ibnu Sina Gresik.

Pria yang menjabat sebagai BPD (Badan Perwakilan Desa) di desanya hanya bisa terdiam dan tertunduk lesu. Mereka datang ke RSUD Ibnu Sina, lalu diarahkan oleh petugas instalasi forensik dan medikolegal.

Kepala Desa (Kades) Sidokumpul Ahmad Asyhar menuturkan, kedatangannya ke rumah sakit untuk menjemput korban. Dirinya membenarkan korban adalah warganya yang hilang sejak beberapa hari lalu. “Kita bawa pulang untuk dikebumikan dengan mobil jenazah untuk diantar ke rumah duka,” tuturnya, Selasa (3/11/2020).

Sementara itu, tim medis RSUD Ibnu Sina mengaku baru menyelesaikan proses autopsi awal. “Pemeriksaan awal autopsi fokus pada identitas temuan jasad. Hasilnya sesuai dengan anak hilang yang disampaikan Polsek Bungah,” kata Kepala Kamar Mayat RSUD Ibnu Sina Abdul Jadi.

Sejumlah bukti pendukung lain dijadikan dasar kuat. Yakni, pakaian yang dikenakan korban serta beberapa rekam medis yang lain. Seperti sidik jari dari ijazah korban Aril. Atas dasar itu, jasad korban pun segera dipulangkan ke rumah duka. Untuk dilakukan pemakaman oleh pihak keluarga.

“Mengenai penyebab kematian korban, masih menunggu hasil visum resmi secara keseluruhan. Dijadwalkan besok (4/11/2020) hasilnya keluar,” kata Abdul Jadi.

Namun, Abdul sempat menjelaskan bahwa terdapat banyak bekas luka pada bagian belakang kepala korban. Apakah hal tersebut menjelaskan tentang indikasi pembunuhan? “Bukan wewenang kami menyampaikan. Lagi pula hasil visum resmi belum keluar,” tandasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Bayu Febrianto Prayoga membenarkan pihaknya telah melakukan autopsi bersama dokter forensik RSUD Ibnu Sina. “Tim Inafis Polres Gresik bersama dokter forensik RSUD Ibnu Sina sudah melakukan autopsi terhadap jasad korban. Ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian dan identitasnya,” pungkasnya. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar