Hukum & Kriminal

Terkait TPPU Bupati Nonaktif, Puluhan Truk Milik Eks Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Disita?

Mojokerto (beritajatim.com) – Diduga terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka Bupati Mojokerto nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP), puluhan truk milik eks anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Heri Susanto disita tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lembaga Anti Rasuah sudah melakukan pendataan terkait truk yang ada di gudang milik Heri Susanto di Kangkungan, Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Sumber beritajatim.com menyebutkan, puluhan truk tersebut akan dibawa ke Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan).

Yakni di Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ada, Jumat (5/7/2019). “Yang jelas, besok ada 10 truk yang akan dibawa ke Rupbasan di Sooko. Puluhan truk tersebut sudah dilakukan pendataan oleh tim penyidik KPK,” ungkap sumber tersebut, Kamis (4/7/2019).

Beritajatim.com mencoba menelusuri ke gudang milik eks anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Heri Susanto di Dusun Kangkungan, Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg. Gudang dalam kondisi pagar besi setinggi 3 meter tertutup dan digembok.

Tetangga Heri Susanto, Ana membenarkan, tim penyidik KPK sudah datang ke gudang tersebut. “Kemarin habis zuhur, ada dua orang KPK kesini. Mereka mengecek dan foto lokasi. Kalau hari ini tidak ada yang datang. BPKB sudah diantar, tinggal truknya belum dibawa,” katanya.

Ana menjelaskan, ada sebanyak 10 truk di dalam gudang milik Heri. Truk tersebut setiap harinya digunakan untuk muatan sirtu (pasir batu), sementara gudang tersebut digunakan sebagai garasi. Menurutnya, di gudang tidak ada aktivitas setelah bongkar muat sirtu selesai dilakukan dan tidak ada penjaga di gudang tersebut.

Ketua RT 09 RW 03 Dusun Kangkungan, Jumain mengatakan, tidak tahu terkait kedatangan tim penyidik KPK di gudang milik Heri Susanto tersebut. “Kebetulan saya kerja di Surabaya, berangkat pagi, pulang malam. Jadi tidak tahu jika ada yang datang,” katanya.

Masih kata Ketua RT, setiap harinya Heri pulang ke rumah di wilayah Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Sementara gudang dan rumah tepat di samping gudang sebelah kiri dibeli Heri sebelum ia menjadi anggota DPRD Kabupaten Mojokerto. Saat itu, Heri mempunyai bisnis yakni penambangan pasir.

“Di situ (gudang, red) cuma parkir, kalau jumlahnya tidak tahu karena masuk keluar tutup. Datang malam, berangkat subuh. Jarang kesini (Heri, red), jadi tidak tahu. Saya tidak tahu kalau ada KPK datang, tidak tahu kalau ada penyitaan truk. Siapa yang mendampingi tidak tahu, tidak ada pemberitahuan,” ujarnya.

Hal yang sama juga diakui Kepala Dusun (Kadus) Kangkungan, Agus. Ia mengaku tidak diminta melakukan pendampingan saat tim penyidik KPK datang ke gudang milik Heri. “Tidak ada permintaan pendampingan ke saya. Tapi kalau yang lain, saya tidak tahu,” tegasnya. [tin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar