Hukum & Kriminal

Terkait Galian C Lebak Jabung, Polres Mojokerto Tunggu ESDM Provinsi Jawa Timur

Galian C di Sungai Selomalang, Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Tim Penyidik Satreskrim Polres Mojokerto masih mendalami kasus dugaan tindak pidana illegal mining di Sungai Selomalang, Desa Lebakjabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Usai memeriksa Kepala Desa (Kades), penyidik masih menunggu hasil dari saksi ahli yakni Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Dewa Putu Prima mengatakan, pemeriksaan saksi-saksi sudah mulai dilakukan. “Kades sudah kami panggil untuk memberikan keterangan dan nyatanya mereka memang memiliki surat izin menambang dan izin masih berlaku,” ungkapnya, Senin (9/3/2020).

Selain memeriksa saksi-saksi, masih kata Kasat, pihaknya sudah melakukan pemantauan bersama ESDM Provinsi Jawa Timur di lokasi tambang galian C. Upaya tersebut dilakukan untuk mengumpulkan fakta-fakta dibalik aktifitas galian C yang diketahui milik warga Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

“Intinya untuk mengetahui batas-batas mana saja yang sesuai dengan izin. Kita masih melakukan kajian hasil sidak sehingga kita masih belum bisa memastikan, apakah penambangan itu melanggar surat izin atau tidak? Karena kebutulan saya sendiri yang turun ke lokasi, memang terlihat penambangan di sebelah sungai persis. Nah sekarang itu yang menjadi permasalahan,” katanya.

Terkait dengan hal tersebut, tegas Kasat, pihaknya akan berkordinasi dengan saksi ahli. Yakni apakah memang diperbolehkan atau tidak menambang di lokasi tersebut. Pasalnya, untuk mengungkap kasus tersebut dibutuhkan kerjasama antara pihak kepolisian dengan instansi terkait.

“Untuk itu, kami tidak bisa langsung memastikan, perlu proses panjang. Jika nantinya ditemukan bukti penambangan di luar kordinat, tentunya masuk aktivitas pertambangan ilegal yang diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba),” jelasnya.

Begitupun sebaliknya, jika pengerukan berada di dalam titik kordinat yang sesuai dengan izin. Maka, tambah Kasat, galian tersebut tidak bermasalah. Sebelumnya, kasus tersebut bermulai dari laporan masyarakat.

Polres Mojokerto melakukan pengrebekan di lokasi galian diduga ilegal di aliran Sungai Selomalang, Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Dari hasil pengrebekan, petugas menyita enam unit truk dan satu alat berat pada, Kamis (13/2/2020).[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar