Hukum & Kriminal

Terkait Arisan Online, Polda Periksa Selebgram Esther Kitty

Surabaya (beritajatim.com) – Penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim sedang memeriksa selebgram Esther Kitty, dia diperiksa terkait dugaan keterlibatannya dalam praktik bisnis arisan online berakun media sosial Instagram (IG) @cintaputri021510.

Akun itu merupakan platform bisnis arisan online yang dikelola oleh pelaku, Veni Putri Indawari, warga Simeulue Barat, Aceh, sejak 2019 silam. Usai menjalani pemeriksaan selama tiga jam, Esther mengaku pemeriksaannya ini murni karen endorse. “Murni endorse kok,” ujarnya, Senin (6/4/2020).

Ia mengaku menerima tawaran endorsemen itu dua kali setahun silam. Yakni Kamis (12/12/2019) dan Senin (16/12/2020). Per jasa endorsemen dengan fasilitas posting sehari atau 24 jam, ia dibayar Rp 100 Ribu. Artinya, Esther hanya memperoleh untung Rp 200 Ribu dalam kerjasama tersebut. “Ya karena saya bantu endorse niatnya juga bantu aja, kan murah, ga tahunya begini,” tuturnya.

Mengenai kedekatan dengan pelaku. Esther menegaskan dirinya tidak mengenal sama sekali sosok pelaku, bahkan tidak pernah bertemu. “Lewat direct message (DM) aja. Ada 6 kali percakapan,” tukasnya.

Esther mengaku prihatin dengan adanya kasus yang sempat menyeret nama baiknya. Meski dirinya terbukti tak terlibat dalam praktik bisnis yang dijalankan tersangka. Ia lebih bersimpati pada para korban yang ditipu. “Yang dirugikan kan waktu. Kan saya juga buka toko. Tenaga. Terus orang-orang korban. Buat korban yang tabah ya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim meringkus pelaku penipuan berkedok arisan dan simpan pinjam online, Jumat (6/3/2020).

Seorang wanita bernama Veni Putri Indawari warga Simeulue Barat, Aceh. Pelaku mengelola bisnis tersebut sejak 2019 silam, sedikitnya 190 orang telah mendaftar sebagai member arisan.

Pelaku mengelola bisnis tersebut memanfaatkan WhatsApps (WA) grup, dengan sistematika ratusan member itu dihimpun dalam 70 grup WA.

Bisnis tersebut telah berjalan sejak 2019 silam, dan berhasil menghimpun dana arisan dari ratusan orang member sekira empat miliar rupiah.

Pelaku belakangan kena batunya, setelah empat orang member arisan yang merasa dirugikan, karena mencurigai ada kecurangan dalam penentuan pemenang arisan. Kasus arisan dan simpan pinjam online yang dibongkar Tim Siber Polda Jatim diduga melibatkan enam orang artis atau selebgram, diantaranya adalah Esther Kitty. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar