Hukum & Kriminal

Terjerat Cinta Penyiar Radio, TKW di Ponorogo Tertipu 21 Juta

Ponorogo (beritajatim.com) – Uang bisa membutakan siapa saja yang tidak kuat iman. Ya, setidaknya itulah yang terjadi pada pelaku berinisial S (41), warga Desa Kincang Wetan Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun. Dia tega membawa kabur uang puluhan juta milik DV, warga Desa Prayungan Kecamatan Sawoo Ponorogo, yang tidak lain adalah kekasihnya sendiri.

Kasus penipuan terjadi berawal dari perkenalan pelaku dengan korban pada akhir bulan Desember tahun lalu. Pelaku yang mengaku sebagai penyiar radio swasta di Madiun itu intens berkomunikasi dengan korban. Hingga membuat benih-benih cinta keduanya bersemai hingga terjalinlah komitmen untuk menjadi sepasang kekasih.

“Korban sendiri sebelumnya bekerja di Malaysia sebagai tenaga kerja wanita (TKW) dan baru pulang ke Indonesia pada bulan Februari yang lalu,” kata Kanit Reskrim Polsek Sawoo Aiptu Dwi Wasis, Kamis (22/4/2021).

Kemudian pada bulan Maret lalu, korban berniat membangun rumah dan melibatkan pelaku dalam pembangunan tersebut. Karena sudah menaruh kepercayaan, korban ini meminta tolong 2 kali kepada pelaku untuk mengambilkan sejumlah uang melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Otomatis, PIN ATM pun diberitahukan korban kepada pelaku. Kepercayaan yang diberikan itu malah dimanfaatkan pelaku untuk mengambil uang berlebih, yang kemudian disimpan sendiri oleh pelaku. Saat dimintai print struk pengambilan, pelaku selalu berkelit dengan berbagai alasan.

“Pada pengambilan yang pertama tanggal 20 Maret, pelaku mengatakan bahwa mesin ATM kehabisan kertas struk, sementara pada pengambilan kedua tanggal 25 Maret, pelaku mengatakan jika struk pengambilan telah dibakar,” katanya.

Tidak hanya itu, pelaku ini ternyata juga melakukan pengambilan uang sebanyak Rp 10 juta pada tanggal 1 April tanpa sepengetahuan korban. Modusnya dengan cara mengambil kartu ATM yang berada di kamar korban. “Merasa ditipu dan dibohongi, korban melaporkan ke Polsek Sawoo,” katanya.

Sementara itu Kapolsek Sawoo AKP Paidi, mengungkapkan korban melaporkan kejadian tersebut pada tanggal 5 April. Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Polsek Sawoo langsung melacak keberadaan pelaku. Namun, dalam prosesnya si pelaku ini lihai dengan berpindah-pindah tempat. Hingga petugas berhasil menangkapnya saat berada di suatu rumah kontrakan pelaku. Dari introgasi petugas, uang hasil kejahatan nipu kekasihnya itu dibelikan handphone, laptop dan speaker aktif.

“Korban mengalami kerugian sebanyak Rp 21,8 juta. Sewaktu penangkapan si pelaku mengaku uang hasil kejahatan tersebut dibelikan barang-barang diantaranya 2 buah HP, 1 unit laptop dan juga 1 unit speaker aktif,” pungkas AKP. Paidi. (end/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar