Hukum & Kriminal

Terjaring Razia Knalpot Brong dan Ban Kecil, Pemilik Harus Ganti Sesuai Standar

Mojokerto (beritajatim.com) – Karena kendaraan sudah tak sesuai standar, sebanyak 17 kendaraan roda dua diamankan Satlantas Polres Mojokerto Kota saat Operasi Lilin Semeru 2018 lalu. Untuk mengambil kendaraannya tersebut, pemilik harus mengganti sesuai standar.

Sebanyak 17 kendaraan roda dua yang diamankan tersebut karena tak sesuai standar. Seperti mengganti ban kecil dan menggunakan knalpot brong. Akibatnya, halaman Mapolres Mojokerto Kota mendadak menjadi bengkel kendaraan roda dua.

Kanit Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas, Polres Mojokerto Kota, Ipda Safiq Jundhira membenarkan, ada 17 unit kendaraan roda dua yang diamankan pada Operasi Lilin Semeru 2018 lalu. “Baik penggunaan ban kecil maupun knalpot brong,” ungkapnya, Senin (7/1/2019).

Masih kata Kanit, pihaknya terpaksa menahan kendaran tersebut karena melanggar Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jika pemilik hendak mengambil kendaraannya kembali maka diharuskan mengganti sesuai standarnya.

“Nah kalau sudah diganti standart, maka bisa diambil kembali. Baik penggunaan knalpot brong maupun ban kecil, sama penerapan pasalnya yakni Pasal 285 tentang kelengkapan. Perlakuannya juga sama, jika sudah diganti standart maka bisa diambil pemiliknya,” katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota, AKP Kadek Oka Suparta mengatakan, untuk ban kecil sejak sebelum perayaan tahun baru sudah ditargetkan. “Ban kecil sifatnya membahayakan, kemungkinan besar bisa kecelakaan karena tidak standar,” tuturnya.

Sementara untuk knalpot brong, lanjut Kasat, lebih ke menggangu ketertiban umum. Sehingga pihaknya memperintahkan untuk disita dan jika mau diambil maka pemilik harus mengganti sesuai standarnya. Menurutnya, pengambilannya kapanpun asal diganti.

“Kalau dilepas tidak ada efek jera, tidak ada gunanya ditangkap kalau masih dipakai lagi. Tetap dilakukan (penindakan, red), kemarin fokus jelang tahun baru untuk menghindari gangguan kantibmas dan konvoi. Mungkin akan dilakukan secara kasat mata, tidak ada razia tapi jika ada akan ditindak,” jelasnya.

Terkait banyaknya pelanggaran kendaraan roda dua tak sesuai standart, pihaknya juga menggandeng Komunitas Otomotif Majapahit (KOMA). Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakatagar penggunaan kendaraan bermotor sesuai spesifikasi teknis dari pabrikan agar nyaman dan aman.

“Kita menggandeng KOMA, gabungan dari komunitas motor di Kota Mojokerto. Kita mencoba merangkul klub otomotif sebagai contoh baru masuk ke pelajar dan masyarakat lain. Karena pada umumnya yang suka modifikasi lebih ke remaja, orang tua sudah tidak hobby,” tegasnya.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar