Hukum & Kriminal

Terjaring Operasi Zebra, Pelanggar Dihukum Membaca Teks Sumpah Pemuda

Pelanggar lalu lintas ini dihukum membaca teks Sumpah Pemuda. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Satlantas Polres Ponorogo mengadakan operasi zebra semeru 2020. Operasi tersebut dilaksanakan mulai tanggal 26 Oktober hingga 8 November 2020. Kasat lantas Polres Ponorogo AKP. Indra Budi Wibowo menyebut jika pola yang digunakan kali ini sama dengan operasi sebelumnya. Yakni dengan operasi stasioner dan hunting. Yang membedakan dengan operasi sebelumnya, kali ini jadwal operasinya dibagikan dulu ke media sosial maupun media massa.

“Jadi kami berikan dulu pengumuman di medsos atau media massa jadwal operasi zebra berikut dengan lokasi yang akan digunakan,” kata Kasat Lantas AKP. Indra Budi Wibowo, Rabu (28/10/2020).

Persentase kegiatannya pun juga beda dengan tahun-tahun sebelumnya, jika biasanya tindakan (represif) 80 persen, pencegahan (preventif) 10 persen dan pendekatan (persuasif) 10 persen. Di masa pendemi ini, untuk tindakan 20 persen, pencegahan 40 persen, dan pendekatan 40 persen. “Harapannya ke depan kesadaran masyarakat semakin meningkat, pelanggaran bisa ditekan dan kecelakaan bisa diturunkan,” katanya.

Selama tiga hari operasi berjalan ini, kurang lebih ada 300-an pengendara yang terjaring operasi tersebut. Kebanyakan yang dilanggar terkait belum lengkap surat-suratnya dan pelanggaran kasat mata. Seperti tidak pakai helm, bonceng tiga, dan melawan arus. Indra menyebut ada juga pengendara yang tidak mempunyai SIM, tidak ditilang, namun diarahkan untuk membuat SIM.

“Ada lagi tadi sepeda motornya tidak standar pabrik, tadi hanya kita tegur tidak ditilang. Karena hari ini peringatan Sumpah Pemuda, meraka juga kita hukum untuk membaca teks Sumpah Pemuda,” katanya.

Dalam operasi zebra tersebut, petugas berupaya selalu sesuai protokol kesehatan, bahkan pada bagian pencatat pelanggaran pun memakai baju hasmat. Kalau ada pengendara yang tidak memakai masker, ya diberhentikan untuk dikasih masker. Itu dilakukan satlantas, untuk meminimalisir penularan Covid-19. “Jangan sampai niat baik kami untuk menegakkan ketertiban lalu lintas, malah abai dengan protokol kesehatan. Pengendara yang tidak pakai, kita beri masker,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar