Hukum & Kriminal

Terima Aduan, Tim Komnas HAM ke Lokasi Tambang di Mojokerto yang Diduga Ilegal

Tim Pemantauan dan Penyelidikan, Komnas HAM saat melihat lokasi galian diduga ilegal di aliran Sungai Selomalang, Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Tim Pemantauan dan Penyelidikan, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendatangi lokasi galian diduga ilegal di aliran Sungai Selomalang, Desa Lebak Jabung, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Tim belum bisa menyimpulkan hasil verifikasi awal tersebut.

Kasubbag Pemantauan dan Penyidikan, Komnas HAM, Nurjaman mengatakan, tujuannya datang ke lokasi tambang tersebut sebagai tindak lanjut dari pengaduan masyarakat. “Ini tindak lanjut dari pengaduan yang warga sampaikan ke Komnas HAM, yang melaporkan adanya tambang batu di daerah sini,” ungkapnya, Sabtu (15/2/2020).

Sebagai tindak lanjut dari Komnas HAM, lanjut Nurjaman, pihaknya bertemu dengan masyarakat dengan melihat lokasi galian tambang yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut masih tahap awal karena selain tidak ada dalam agenda kunjungan ke lokasi tersebut, juga dibutuhkan bertemu sejumlah pihak.

“Kami diminta kesini, jadi ini masih tahap awal dari proses verifikasi aduan warga. Kita belum bisa sampai menyimpulkan karena data-data tentu harus dibaca kembali, verifikasi kembali kemudian bertemu dengan banyak pihak. Kami baru bertemu dengan warga, tentu kami harus bertemu dengan banyak pihak untuk menangani kasus ini,” katanya.

Nurjaman mencontohkan, seperti bertemu dengan Pemda Mojokerto dan pihak terkait sehingga nantinya Komnas HAM bisa menyampaikan kesimpulan. Sehingga dari kunjungan pertama ke lokasi galian tambang bersama dua rekannya tersebut, pihaknya belum bisa menentukan apakah lokasi galian tambang tersebut melanggar.

“Hasil, belum bisa ditentukan. Apakah secara kasat mata bisa menentukan? (Adanya pelanggaran, red). Ini masih proses verifikasi. Masih proses awal dari Komnas HAM untuk menindaklanjuti pengaduan dari warga. Kita berharap masyarakat tetap menjaga kondisi, jangan sampai saling terjadi konflik di masyarakat. Saling menjaga kondusifitas,” ujarnya.

Pihaknya juga menyampaikan ke pihak kepolisian jika, aksi tiga warga jalan kaki ke Jakarta tersebut karena ingin menjaga kondusifitas dari wilayahnya. Menurutnya, langkah selanjutnya dari Komnas HAM akan menemui Pemkab Mojokerto dan pihak terkait untuk mencari data dan informasi terkait galian tambang yang diduga ilegal tersebut.

“Masalah ada tapi persaudaraan, persahabatan antar warga harus tetap dijaga. Kami harus memenuhi beberapa pihak pemda dan lainnya untuk mendapatkan informasi yang lengkap. Karena kami juga tidak bisa menyimpulkan ini di luar koordinat, ini tidak berizin, kami juga belum lihat data-data yang lengkap. Ini baru ada laporan dari masyarakat, ini baru verifikasi. Apakah ada pelanggaran apa tidak, kita kurang detail ke sana,” tegasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar