Hukum & Kriminal

Terilhami Sinetron, Warga Jember Ini Kibuli Polisi

foto/ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – S (45), perempuan warga Dusun Kendalan, Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur mengaku terkena gendam. Namun polisi berhasil membongkar aksi sandiwara itu.

S mengaku didatangi pria bertubuh tinggi besar yang mengenakan helem teropong, Jumat (18/10/2019) pagi. Si pria ini menggendam S sehingga sukses membawa kabur uang Rp 20 juta. Saat itu S sempat diikat lakban dan disiram bensin.

Kasus ini tentu saja mendapat perhatian polisi. Penyelidikan dilakukan selama dua hari dan ditemukan fakta bahwa kejadian itu fiktif belaka.

Berdasarkan penelusuran polisi, bensin diguyurkan sendiri oleh S ke tubuhnya. “Bensin itu dibeli sendiri oleh S di kios yang tak jauh dari rumahnya,” kata Kepala Kepolisian Sektor Semboro Inspektur Satu Fathur Rohman, Rabu (23/10/2019). S juga memberikan keterangan berbeda soal posisi tangan yang terikat.

Belakangan setelah dibawa ke kantor polisi, S mengaku berbohong karena terbelit utang. Polisi pun menetapkannya jadi tersangka dengan pasal 220 KUHP tentang pengaduan pemberitahuan kejadian bohong. “Ancaman hukumannya 1 tahun 4 bulan penjara,” kata Fatkhur.

S sendiri menyesali perbuatannya. Dia membuat sandiwara ‘tergendam’ itu terilhami sinetron, karena takut kepada sang suami akibat berutang Rp 20 juta kepada rentenir.

S mengaku mengguyurkan bensin ke tubuh. Namun dia takut terbakar. “Kalau terbakar nanti saya mati,” katanya. S juga melakban mulutnya dan mengikat kakinya dengan tali tampar serta mengaku kena gendam kepada tetangga yang menolongnya. [wir/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar