Hukum & Kriminal

Gugatan Citizen Law Suit PI Blok Cepu

Tergugat Kompak Sebut Legal Standing Tidak Sah, Penggugat Siapkan Pembelaan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Tiga tergugat sidang citizen law suit pengelolaan penyertaan modal (Participating Interest/PI) Blok Cepu menilai bahwa legal standing penggugat tidak sah. Pernyataan tersebut disampaikan tiga tergugat, dari Bupati Bojonegoro, BUMD PT ADS dan PT SER dalam agenda pembacaan duplik.

Menanggapi dalil-dalil tergugat itu, pihak penggugat Agus Susanto Rismanto mengungkapkan pihaknya sudah menyiapkan alat bukti untuk mendukung legal standing sebagai dasar gugatan yang dia lancarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro. “Sesuai rencana kita siapkan alat bukti untuk mendukung dalil-dalil gugatan kita,” ujarnya, Kamis (29/10/2020).

Baca Juga:

    Beberapa alat bukti yang sudah disiapkan khususnya hanya untuk menanggapi untuk kepentingan pembuktian. “Sedangkan dalil yang sudah diakui para tergugat tidak akan kita buktikan, karena baru tahapan itu (pembuktian legal standing, belum pada materi pokok perkara) jadi kepentingan pembuktian juga terbatas,” jelasnya.

    Sebelumnya, tergugat satu dari Bupati Bojonegoro yang diwakili Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Agus Setiawan menyatakan menolak materi pokok maupun legal standing penggugat mengenai perjanjian pengelolaan PI blok Cepu. Sedangkan Tergugat dua, PT ADS, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola PI Blok Cepu juga menyatakan dalil yang menolak gugatan penggugat.

    Hingga, saat ini, menurut PT ADS tidak ada temuan pelanggaran hukum yang relevan dalam perjanjian tersebut. Selain itu, dia menilai penggugat tidak memiliki legal standing. “Menyatakan gugatan tidak bisa diterima dan menolak seluruhnya dalam gugatan pokok perkara yang diajukan oleh para penggugat,” ujar Direktur PT ADS Retno Purwaningsih saat membacakan duplik di ruang sidang PN Bojonegoro, Selasa (20/10/2020).

    Sementara, perwakilan dari tergugat tiga, PT Surya Energi Raya (SER) Andi Alfian menilai legal standing penggugat dan penggugat intervensi tidak memenuhi syarat formil, selain itu materi gugatan juga tidak relevan. “Menolak gugatan penggugat dan penggugat intervensi untuk seluruhnya,” ujarnya.

    Sekadar diketahui, dalam persidangan Citizen Law Suit (CLS) itu dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Salman Alfarasi didampingi dua hakim anggota Isdariyanto dan Ainun Arifin. Sidang akan dilanjutkan, Selasa 3 November 2020 mendatang dengan agenda pengajuan bukti tetulis oleh penggugat dan penggugat intervensi. [lus/kun]





    Apa Reaksi Anda?

    Komentar