Hukum & Kriminal

Tergiur Investasi Bodong, Ratusan Warga Banyuwangi Kena Tipu

Banyuwangi (beritajatim.com) – Ratusan warga di Banyuwangi tertipu atas usaha investasi yang dijalankan seseorang. Dari kasus penipuan ini, polisi mengungkap uang yang beredar senilai Rp 1 milyar lebih.

Romi Zalfa, salah satu korban investasi yang datang ke Mapolresta Banyuwangi mengaku rugi Rp 20 juta. Uang itu menjadi modal awal saat mendaftarkan investasi tersebut.

“Saya baru, awalnya dia menjanjikan hasil 50 persen dari modal. Awalnya lancar, tapi lama kelamaan pembayaran molor hingga ada laporan ke polisi,” katanya saat ditemui di Mapolresta Banyuwangi, Selasa (4/5/2021).

Atas dasar laporan itu, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi berhasil mengamankan satu orang wanita berinisial ZS, warga Keluarga Lateng, Banyuwangi Kota. Dia sementara menjadi satu-satunya terlapor dalam kasus ini.

Meskipun, pihak Polresta masih mendalami terkait dugaan orang lain yang terlibat.

Peran Z dalam kasus ini bertindak sebagai pengelola investasi dengan jumlah 260 kelompok yang dioperasikan menggunakan aplikasi WhatApps (WA).

“Ada bukti materiil soal keganjilan investasi bodong. Pelaku sudah mengkonsolidasikan 260 kelompok dalam grup WhatApps. Dikelompokkan sesuai nilai investasi,” ungkap Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin saat konferensi pers.

Investasi bodong yang kini kasusnya ditangani Unit Harta dan Benda Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyuwangi ini beroperasi sejak November 2020 – Maret 2021. Keganjilan investasi ini dilaporkan ke Polresta Banyuwangi pada 3 April 2021.

“Investasi Rp 100 ribu dalam lima hari akan dilipatkan menjadi Rp150 ribu. Hasil investasi sebagian dibelikan untuk sarana kantor semisal AC dan meja kursi,” pungkasnya. (rin/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar