Hukum & Kriminal

Terduga Teroris Warga Sumenep Terdeteksi Sejak 6 Bulan Lalu

Bupati Sumenep Ach. Fauzi

Sumenep (beritajatim.com) – Bupati Sumenep, Ach. Fauzi mengaku tidak terlalu terkejut dengan penangkapan AR, kepala sekolah di salah satu SD Negeri di Manding, oleh Densus 88. Menurut Fauzi, dirinya sebenarnya telah mendengar aktifitas yang bersangkutan sejak 6 bulan lalu.

“Kami waktu itu langsung memanggil yang bersangkutan. Secara persuasif kami memberikan pemahaman tentang NKRI harga mati. Karena tidak mungkin kami langsung secara vulgar menyampaikan jika yang bersangkutan diduga masuk dalam jaringan gerakan radikal,” katanya, Rabu (02/11/2022).

Namun ternyata, lanjut Fauzi, Densus 88 juga telah mengincar dan memantau aktifitas yang bersangkutan, hingga akhirnya ditangkap pekan lalu, bersama para terduga lainnya. “Orang kalau sudah ‘terpapar’ aliran radikal seperti itu memang susah ya. Meski kami sudah menanamkan nilai-nilai kebangsaan, tapi kenyataannya mereka tetap seperti itu,” ujarnya.

Fauzi memaparkan, aliran radikal di Sumenep ada beberapa simpul. Mereka biasanya menggelar pengajian-pengajian secara tertutup. Sesekali mereka akan ke luar kota.

“Jadi gerakan mereka ini ada simpul-simpulnya. Ibaratnya ini seperti pemerintahan. Ada pimpinan tertinggi seperti Bupati, kemudian ada pimpinan OPD, ada di pimpinan tingkat desa seperti kades. Tapi untuk Sumenep jaringannya belum sampai ke bawah. Mereka masih merintis untuk mendirikan pemerintahan,” terangnya.

Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror menangkap tiga warga Sumenep pada Jumat (28/10/2022). Tiga warga Sumenep yang ditangkap tersebut masing-masing berinisial AR, NH, dan S. AR merupakan seorang kepala sekolah di salah satu SD Negeri di Kecamatan Manding.

Sedangkan NH ditangkap di kecamatan Kalianget, dan S ditangkap di Desa Pangarangan, Sumenep. Selain itu, Densus 88 juga menangkap SB di Magetan. SB diduga merupakan pengasuh salah satu pondok pesantren di Jl. KH Mansyur Sumenep. SB merupakan warga Magetan yang telah ber-KTP Sumenep sejak 8 tahun lalu, mengikuti istrinya. Sumber terpercaya di lapangan menyebutkan bahwa keempat terduga teroris itu berafiliasi dengan Jamaah Islamiyah. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar