Hukum & Kriminal

Terduga Pelaku Pungli Dana Kapitasi Diminta Wajib Lapor

Sumenep (beritajatim.com) – Polres Sumenep masih mendalami kasus dugaan pungutan liar (pungli) dana kapitasi kesehatan di Puskesmas Pragaan.

“Pegawai Puskesmas yang diduga terlibat pungli dana kapitasi, kami kenai wajib lapor. Tidak kami tahan, karena kasus ini masih kami dalami,” kata Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Tego S. Marwoto, Jumat (9/8/2019).

Polres Sumenep sempat mengamankan tiga pegawai Puskesmas Pragaan. Masing-masing bendahara internal berinisial R, kepala TU berinisial M, dan seorang bidan berinisial P. Mereka tertangkap tangan saat ‘bertransaksi’. Bidan P menyetorkan potongan dana kapitasi kepada bendahara, disaksikan kepala.TU.

Saat itu juga, polisi menyita uang tunai Rp 1 juta yang disetor bidan ke bendahara. Uang itu diduga merupakan pungli dana kapitasi. “Ketiga pegawai Puskesmas itu sudah kami periksa. Statusnya sebagai saksi. Bukan tersangka. Sekali lagi, kami masih mendalami kasus ini, berkoordinasi dengan kejaksaan,” terang Tego.

Ia mengungkapkan, kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat bahwa ada pemotongan dana kapitasi di Puskesmas tersebut.

“Laporan masyarakat itu kami terima sekitar bulan Juli. Ada empat saksi yang kami mintai keterangan. Sampai akhirnya kami mendapat informasi akan ada penyetoran potongan dana kapitasi. Karena itu, kami mendatangi Puskesmas dan memergoki langsung ada pihak yang menyetor dan menerima setoran potongan dana kapitasi,” paparnya. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar