Hukum & Kriminal

Terdakwa Pembunuhan dan Mutilasi Divonis 20 Tahun Penjara

Sidang Sugeng Santoso terdakwa pembunuhan dan mutilasi di Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Malang memvonis Sugeng Angga Santosa dengan hukuman pidana 20 tahun penjara. Sugeng adalah terdakwa kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap seorang wanita yang belum diketahui identitasnya sampai saat ini.

Kasus pembunuhan dan mutilasi ini sempat membuat heboh warga Malang. Jasad korban ditemukan terpotong-potong dan terpisah di parkiran lantai dua Pasar Besar Kota Malang. Gedung eks Mall Matahari itu menjadi saksi bisu kasus pembunuhan dan mutilasi oleh Sugeng terhadap korban.

Ketua Majelis Hakim Dina Pelita Asmara dalam pembacaan vonis menyatakan keterangan saksi, barang bukti dan hasil rekontruksi sangat relevan dengan dakwaan yang diberikan. Sugeng dinyatakan secara sah dan terbukti melakukan pembunuhan dan mutilasi secara sadis.

Sehingga, majelis hakim sudah memberikan putusan yang sangat sepadan dengan perbuatan maupun kesalahan yang dilakukan oleh terdakwa. “Mengadili, menyatakan terdakwa Sugeng Santoso secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana dakwaan yang telah diketahui. Oleh karena itu, terdakwa dijatuhi pidana dengan penjara selama 20 tahun,” ujar Dina.

Pengadilan juga menyatakan, Sugeng menghilangkan nyawa korban dengan cara memotong-motong tubuh korban atau mutilasi merupakan perbuatan sadis. Perbuatan terdakwa meresahkan dan menimbulkan rasa takut kepada masyarakat dan tidak aman. Selain itu, terdakwa dalam memberikan keterangan tidak jelas, tidak konsisten serta berbelit-belit selama persidangan perkara berlangsung.

“Majelis hakim sudah berpendapat dan menjatuhkan pidana dalam sebuah kasus hukum kepada terdakwa yang majelis hakim yakini adil dan tepat berdasarkan Undang-undang 48 tahun 2009. Maka berdasarkan Pasal 22 ayat 4 KUHAP, masa penahanan yang dialami terdakwa termasuk dalam pidana yang diberikan,” kata Dina.

Majelis hakim mengatakan sudah memberikan putusan yang sangat sepadan dengan perbuatan maupun kesalahan yang dilakukan oleh terdakwa. Majelis hakim pun menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan. Serta membebankan kepada terdakwa untuk biaya perkara sebesar Rp 5 ribu rupiah.

“Namun demikian, apa yang kami putuskan ini sangat berat untuk terdakwa. Sebagaimana telah dilakukan pembelaan dan advokasi oleh Peradi Malang Raya untuk itu karena kami tidak bisa memuaskan kedua belah pihak. Silahkan putusan ini dilakukan upaya hukum apabila dirasa perlu. Baik kepada jaksa penuntut umum atau penasehat terdakwa,” tandasnya. [luc/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar