Hukum & Kriminal

Terdakwa Pembunuh Pengusaha Fotocopy Divonis 1 Tahun, JPU Banding

Terdawa, NP saat rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukannya. (Foto : Beritajatim.com).

Malang (beritajatim.com) – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, memvonis terdakwa kasus pembunuhan bos Fotocopy, Rudi Jauhari, warga Kelurahan Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, dengan hukuman satu tahun penjara. Terdakwa merupakan mantan karyawannya berinisial NP (17), merampok sekaligus membunuh majikannya pada 26 Januari lalu.

Kasus itu kini sudah mendapat putusan dari Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen. Hanya saja, berdasarkan data sipp.pn-kepanjen.go.id terdakwa mendapatkan vonis Pidana Penjara 1 tahun.

Saat wartawan mengkonfirmasi kepada pihak PN Kepanjen melalui Humas PN Kepanjen, Reza Aulia, ia membenarkan informasi tersebut.

“Tapi untuk lebih jelasnya silahkan datang langsung ke PN Kepanjen besok, karena sangat terbatas kalau hanya melalui telepon,” ucapnya saat ditelepon pada Rabu (17/03/2021).

Menanggapi hal ini, Jaksa Penuntut Anak dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Misael Tambunan juga membenarkan hasil putusan tersebut.

“Memang benar tuntutan 8 tahun, diputuskan 1 tahun oleh PN Kepanjen,” ujarnya.

Namun, Misael memiliki beberapa pertimbangan atas putusan hakim tersebut. Sebab, pihaknya menuntut terdakwa dengan pasal 339 KUHP tentang pembunuhan yang disertai pidana lainnya.

“Dalam pasal itu disebutkan hukuman maksimal kepada terdakwa setidaknya 20 tahun. Karena dilakukan anak maka ancamannya setengah pidana,” tegasnya.

Misael Tambunan menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui pasti alasan hakim memberikan vonis kepada tersangka hanya 1 tahun.

“Kalau kami menuntut terdakwa 8 tahun penjara, karena ia menghilangkan nyawa seseorang disertai dengan penganiayaan, yakni dengan cutter, dan diikuti dengan penjarahan,” ungkapnya.

Alhasil, sebagai bentuk rasa keberatan terhadap putusan hakim, pihaknya mengajukan banding terhadap keputusan tersebut.

“Bahwa pada putusan tersebut, jaksa telah menyatakan banding. Dengan alasan putusan oleh hakim tidak mencerminkan rasa keadilan,” katanya.

Ia berharap, hakim pada pengadilan banding akan memutus sesuai dengan tuntutan penuntut umum.

Fakta lain ditemukan bahwa keluarga korban sudah memaafkan ulah pelaku.

“Mungkin itu menjadi alasan hakim untuk mengvonis terdakwa. Namun, bagi kami itu tidak memcerminkan keadilan, karena terdakwa sudah menganiaya korban dengan keji,” Misael mengakhiri. [yog/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk