Hukum & Kriminal

Terdakwa Pembunuh Anggota Fatayat NU Kediri Bantah Habisi Nyawa Korban

Kediri (beritajatim.com) — Sidang lanjutan kasus pembunuhan Binti Nafiah, Anggota Fatayat NU asal Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri di Pengadilan Negeri setempat memasuki agenda eksepsi. Dalam sidang kedua ini, terdakwa Sugeng Riyadi mengajukan pembelaan.

Melalui Tim Kuasa Hukumnya, pria asal Dusun Semanding, Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri membantah dakwaan primer pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, serta kedua pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Rudy Bing Adi Putra dan rekan, Kuasa Hukum terdakwa menyatakan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkesan kabur. Pasalnya, terdakwa menyatakan tidak pernah melakukan pembunuhan terhadap korban, akan tetapi mendapatkan indikasi pemaksaan dan didikte oleh penyidik maupun penuntut umum.

Dalam Uraian Eksepsi tersebut, kuasa hukum terdakwa membeber fakta, jika penyidik tidak pernah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang saksi yang disebut dalam surat dakwaan. Di antaranya kepada tukang ojek yang ditumpangi terdakwa menuju lokasi kejadian, sopir angkutan yang membawa terdakwa kabur , serta penadah perhiasan milik korban yang dijual terdakwa.

“Untuk itu kami memohon kepada majelis hakim untuk membebaskan terdakwa dari segala dakwaan pembunuhan,” ujar Rudy Bing Adi Putra, Selasa (27/8/2019).

Terpisah, Iwan, selaku JPU tetap berkeyakinan kepada surat dakwaanya. Terdakwa yang terlibat dalam kasus pencurian di tempat lain, kata Iwan, dihadapan penyidik mengakui melakukan aksi serupa di rumah korban yang disertai dengan aksi pembunuhan. Selama proses penyidikan berlangsung hingga rekonstruksi, ia pastikan tidak ada unsur paksaan terhadap terdakwa.

Sebelumnya, seorang anggota Fatayat NU, Binti Nafiah, asal Canggu , Badas , Kediri menjadi korban pencurian dan pembunuhan di rumahnya, akhir 2018 lalu. Dari hasil penyelidikan kepolisian Polsek Pare, diketahui apabila pelaku pembunuhan adalah Sugeng Riyadi, yang pernah terlibat dalam kasus pencurian di tempat lain.

Kasus tersebut sempat menjadi viral, setelah sempat diwari aksi unjuk rasa dari Gerakan Pemuda Ansor, Banser dan Fatayat. Selain menuntut pengungkapan kasus pembunuhan itu, massa ormas Islam ini menemukan kejanggalan terhadap pelaku yang diamankan. [nng/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar