Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Sidang Dugaan Penyerobotan Tanah Tambah Seluas 12 Hektar Milik Zain Umar

Terdakwa Berdalih Tidak Bisa Membaca dan Menulis

Sidoarjo (beritajatim.com) – Sidang kasus dugaan pemalsuan dokumen tanah 12 hektar milik Zain Umar di Gebang Kec. Sidoarjo kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo Senin (26/9/2022).

Sidang kali ini digelar untuk mendengarkan keterangan terdakwa Rido Lelono. Di hadapan ketua Majelis Hakim, Dameria Frisella Simanjuntak, Rido mengaku tidak bisa menulis dan membaca.

Atas pengakuan terdakwa menjadi pertanyaan besar baik Majelis Hakim maupun Jaksa penuntut umum. “Dalam keterangan terdakwa, Rido Lelono mengaku tidak bisa menulis dan membaca, sehingga ketika diperlihatkan bukti tertulis, terdakwa tidak tau,” kata Ketua Majelis Hakim dalam sidang.

Anehnya, terdakwa ketika diperlihatkan kartu tanda penduduk milik almarhum orang tuanya, ia mengakui jika kartu tanda penduduk adalah milik orang tuanya atas nama Mukti.

Menanggapi hal itu, Mejelis Hakim akan menggunakan cara untuk membuktikan terdakwa benar-benar tidak bisa membaca dan menulis, karena terdakwa terindikasi ada gelagat berbohong.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Marsandi SH mengatakan, terdakwa sebenarnya bisa menulis dan membaca.

“Memang itu hak terdakwa untuk berkelit disaat pemeriksaan. Hal itu dilakukan terdakwa untuk melindungi jeratan hukum, namun terdakwa tidak bisa lepas dari bukti-bukti yang sudah tercatat dari beberapa keterangan para saksi,” ungkap Marsandi.

Sementara itu, berdasar dari beberapa kali sidang yang digelar. Adanya penetapan tersangka hingga terdakwa, diduga ada aktor intelektual dibalik upaya penyerobotan tanah 12 hektar tersebut. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar