Hukum & Kriminal

Terbukti Membunuh Terapis, Junaidi Dituntut 14 Tahun Penjara

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suwarti menuntut pidana penjara selama 14 tahun pada Ahmad Junaidi Abdilah, Senin (19/10/2020). Dalam tuntutannya, Jaksa yang berdinas di Kejari Surabaya ini menyatakan bahwa Junaidi terbukti melakukan pembunuhan terhadap terapis cantik. Perbuatan pria kelahiran 20 tahun silam ini sebagaimana tertuang dalam pasal 338 KUHP.

“Memohon agar majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara terhadap Ahmad Junaidi Abdilah selama 14 tahun,” ujarnya pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (19/10/2020).

Atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya meminta agar majelis hakim memberinya waktu untuk menyusun nota pledoi (pembelaan). “Kami minta waktu satu minggu untuk mengajukan nota pledoi,” kata Tasya kepada ketua majelis hakim Muhamad Basir.

Usai sidang, Tasya menegaskan bahwa pada dasarnya saat itu terdakwa tidak ada niat untuk membunuh korban. “Namun karena korban memberikan omongan yang kurang pantas kepada terdakwa, sehingga terdakwa langsunng melakukan pembunuhan,” terangnya.

Menurutnya, tuntutan penjara selama 14 tahun tersebut sangat berat bagi terdakwa. “Kami menilai tuntutan tersebut sangat berat. Kami akan meminta keringanan (hukuman) untuk terdakwa, karena memang dari awal terdakwa tidak berniat membunuh korban,” pungkas Tasya.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa melakukan aksi keji menghabisi nyawa seorang terapis di salah satu apartemen di Surabaya pada April lalu. Terapis berparas cantik bernama Ika Puspita Sari, asal Semarang ini tewas meregang nyawa usai lehernya digorok terdakwa usai terjadi cekcok. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar