Hukum & Kriminal

Terbukti Membuat Keonaran, Mak Susi Dihukum 7 Bulan Penjara

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai Johanis Hehamony menjatuhkan pidana penjara selama tujuh bulan pada Tri Susanti alias Susi dalam persidangan yang digelar di ruang Garuda Dua PN Surabaya, Rabu (3/2/2020).

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mohammad Nizar dan Rista Erna Sulistyowati yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama satu tahun.

Dalam putusannya, hakim Yohanes menyebut bahwa Terdakwa melanggar Pasal 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana, sebagaimana dalam dakwaan ke 2. “Menjatuhkan pidana penjara selama tujuh bulan dipotong terdakwa menjalani masa tahanan,” ujar hakim Johanis.

Atas vonis ini Susi menerima, sedangkan JPU masih pikir-pikir. “Terdakwa memutuskan menerima putusan ini pak hakim,” ujar Sahid, kuasa hukum Terdakwa.

Diketahui, Mak Susi didudukan sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya lantaran diduga menyebar berita bohong atau hoaks melalui sarana elektronik yakni WhatsApp terkait perusakan bendera merah putih di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya pada 16 Agustus 2019 lalu.

Dalam kasus ini, Mak Susi dituntut 1 tahun penjara oleh Kejati Jatim. Ia dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. [uci/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar