Hukum & Kriminal

Tentara, Polisi, dan Pemkot Surabaya Bangkitkan Kembali Tradisi Ronda Sahur

Menggunakan kentongan petugas melakukan aksi klontengan untuk membangunkan warga Wonocolo, Surabaya, Rabu (14/4/2021).(Manik Priyo Prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Petugas Tiga pilat deri TNI, Polri dan Pemkot Surabaya mencoba merangjul simpati warga. Memukul kentongan, ember dan derigen, petugas keliling kampung tepatnya di kediaman rumah Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar P di Wonocolo, Surabaya, Rabu (14/4/2021) dini hari jelang sahur.

Petugas tak hanya keliling berjalan kaki, mereka juga keliling kampung lain dengan membunyikan alat tradisional tersebut dari dalam kendaraan dinas. Kapolsek Wonocolo, Kompol Masdawati menjelaskan, aksi ini bertujuan untuk mengingatkan warga agar siap-siap sahur.

“Harapan kami dengan berbaur bersama masyatakat bisa lebih berperan aktif dalam menjaga kambtibmas,” jelasnya kepada jurnalis.

Tak hanya keliling bermain alat musik tradisional, petugas juga melakukan patroli rutin. Dengan sasaran supaya tak ada sahur on the road. Sebab, dalam kondisi pandemi virus saat ini, sahur on the road tidak dianjurkan. Dengan harapan tak ada penyebaran virus melalui makanan yang belum diketahui kebersihan dan kehigienisannya.

“Aaaljya kita patroli rutin mencegah adanya sahur on the road. Tapi karena tradisi membangunkan warga saat sahur sudah mulai pudar, maka kita coba ajak masyarakat untuk melakukan tradisi ini kembali,” lanjutnya.

Lebih lanjut Kompol Masdawati memaparkan, masyarakat diimbau untuk tidak waspada saat melakukan aktivitas malam hari. Terlebih saat hendak mencari makan untuk berbuka. Imbauan ini dilakukan agar tak ada tindak kejahatan saat dini hari menjelang sahur.

Sebab, tak sedikit pelaku kejahatan melakukan aksi kejahatan pada malam hari hingga dini hari. “Meski kejahatan malam hari dilingkungan Wonocolo minim kejadian. Tetap kita imbau untuk hati-hati saat mencari makan untuk sahur,” tandasnya. [man/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar