Hukum & Kriminal

Teller Bank Ini Tak Setorkan Uang Nasabah Rp 800 Juta

Sumenep (beritajatim.com) – MH (36), warga Kecamatan Batuan, Sumenep, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. MH yang merupakan teller salah satu bank BUMN di Sumenep, diduga telah menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi

“Akibat perbuatannya, tersangka merugikan negara sebesar Rp 800 juta. Saat ini tersangka ditahan dan dititipkan di Rutan Klas IIB Sumenep selama 20 hari,” kata Kepala KejaksaannHźh Kajari Sumenep, Djamaludin, Selasa (10/3/2020).

Modus perbuatan melawan hukum yang dilakukan tersangka sebagai teller adalah tidak menyetorkan uang nasabah. Ia menggunakan uang itu untuk kepentingan pribadinya. Namun dalam kasus ini, nasabah tidak dirugikan karena tersangkan mengganti uang itu dengan mengambil uang kas kantornya.

“Perbuatan tersangka ini merugikan negara, bukan merugikan nasabah. Dia melakukan praktek penyalahgunaan kewenangan sebagai teller mulai Maret 2018 sampai Desember 2018,” terangnya.

Sebelum penetapan tersangka, tim penyidik tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep sudah memeriksa 23 orang saksi. “Dari 23 saksi, 12 diantaranya merupakan nasabah, dan sisanya merupakaj pejabat bank,” ungkapnya.

Tersangka dijerat UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar