Hukum & Kriminal

Tekan Peredaran Narkoba di Surabaya Melalui Edukasi Kampung Teladan Bebas Narkoba

Warga yang terbentuj kampung Tangguh Covid akan dipilih sebagai contoh kampung Teladan Bebas Narkoba di Kota Surabaya.(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com) – Polrestabes Surabaya terus menekan angka penyalahgunaan narkotika dengan cara pengungkapan kasus serta mengedukasi masyarakat.

Belum lama ini, Satuan Narkoba Polrestabes Surabaya mengamankan 140 kg sabu, 7 juta pil LL dan puluhan ribu pil ekstasi. Semua barang bukti tersebut juga sudah dimusnahkan pertengahan Juni 2020 lalu. Meski demikian kepolisian masih memprediksi bahwasanya peredaran dan penyalahgunaan narkotika masih banyak.

“Saya yakin masih ada banyak lagi peredarannya. Sebab musim pandemi virus Covid-19 ini banyak pengangguran. Jadi gembong narkoba akan menyasar mereka (pengangguran.red) ini. Maka kita harus melakukan sosialisasi ke kampung dan bahkan membentuk kampung teladan bebas narkoba,” paparnya kepada beritajatim.com, Jumat (3/7/2020).

Pembentukan kampung teladan bebas narkoba ini juga beriringan dengan kampung Tangguh melawan Covid-19. Dengan begitu, struktur organisasi bisa disandingkan dan tak perlu ada struktur organisasi baru. Programnya pun sama, perwira melati dua ini juga menjelaskan bahwa tugas kampung teladan hanya membuat sosialisasi, mengedukasi dan melaporkan jika ada indikasi peredaran narkoba.

“Surabaya kan sudah ada kampung Tanggung Covid-19, jadi tinggal disandingkan saja. Satu pintu masuk dan keluar, penjagaan ketat, introgasi dini orang pendatang dan jangan lupa edukasi warga maupun pendatang yang ada di kampung,” ujarnya.

Sementara itu kepolisian akan menunjuk kampung teladan bebas narkoba ini. Kampung teladan yang akan ditunjuk sebagai contoh nantinya harus memenuhi syarat. “Tujuannya mengedukasi penyalahgunaan narkoba, jangan sampai ada narkoba di kampung kita,” pungkasnya.(man/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar