Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Tekan Laka Lantas Pelajar, Ini yang Dilakukan Polres Ponorogo

KRI Satlantas Polres Ponorogo Iptu Marjono saat sosialisasi di Samsat Ponorogo. (Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Jumlah pelajar atau anak dibawah umur yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Ponorogo meningkat. Bahkan tak sedikit korbannya hingga meninggal dunia. Tentu ini menjadi kenyataan yang mengiris hati. Pasalnya generasi penerus bangsa harus terenggut nyawanya sia-sia di jalan. Untuk menekan angka laka lantas yang melibatkan pelajar atau dibawah umur itu, upaya demi upaya dilakukan oleh Satlantas Polres Ponorogo. Salah satunya sosialisasi dilakukan kepada wajib pajak di Samsat Ponorogo.

Dihadapan warga yang mengurus pajak kendaraan bermotor, KRI Satlantas Polres Ponorogo Iptu Marjono menghimbau untuk melarang anak yang masih belum cukup umur mengendarai sepeda motor. Selain itu juga melarang untuk merubah spesifikasi sepeda motor yang sudah sesuai standar pabrik.

Saya harapkan semua warga yang hadir sini bisa ikut berperan serta untuk melarang sanak dan family atau tetangganya yang masih dibawah umur untuk tidak merubah spesifikasi sepeda motornya yang sudah sesuai standar pabrik. Mengingat laka lantas yang melibatkan anak dibawah umur cukup banyak,” kata Iptu Marjono, Kamis (11/11/2021).

Ditegaskan oleh Iptu Marjono, spesifikasi kendaraan yang tidak sesuai standar pabrik, bisa dikenakan pasal. Sebab sudah barang pasti melanggar undang-undang. Dia ingin warga bisa ikut berperan aktif untuk menekan angka laka lantas yang melibatkan pelajar atau anak dibawah umur. Salah satunya dengan melakukan pengawasan langsung terhadap anaknya. Selain itu yang tidak kalah penting, orangtua bisa memantau pergaulannya. Sehingga laka lantas bisa ditekan dan diminimalisir sedini mungkin.

“Ini menjadi tanggungjawab bersama, laka lantas melibatkan pelajar atau anak dibawah umur bisa ditekan dan diminimalisir sedini mungkin,” ungkapnya.

Sosialisasi seperti ini harus dimasifkan dalam setiap kesempatan. Sebab hal ini sebagai langkah preventif yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Sasarannya pun bukan orang tua saja, tetapi semua golongan.

“Sebagai langkah preventif meminimalisir terjadinya laka lantas, kegiatan sosialisasi dan pemberian himbauan akan terus kami lakukan dengan menyasar semua golongan, baik masyarakat umum dan pelajar,” pungkasnya.

Untuk diketahui, data laka lantas bulan Oktober 2021, tercatat ada 20 kasus kejadian laka lantas yang melibatkan pelajar. Akibat semua kasus itu, korban pelajar yang mengalami luka-luka sebanyak 23 orang. Sementara yang hingga menyebabkan korban meninggal dunia sebanyak 3 anak.

Sementara untuk data laka lantas pelajar di bulan September 2021 lalu, cenderung lebih sedikit dibandingkan bulan Oktober. Bulan September hanya terjadi 4 kasus laka lantas. Dengan rincian, sebanyak 6 pelajar mengalami luka-luka. Sedangkan untuk korban pelajar yang meninggal nihil. [end/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar