Hukum & Kriminal

Tega, Handphone Teman Disikat Saat Nongkrong di TPU Kuto Bedah

Polresta Malang Kota menangkap pelaku pencurian dengan pemberatan.

Malang (beritajatim.com) – Satreskrim Polresta Malang Kota menangkap 6 pelaku pencurian handphone. Satu pelaku berusia dewasa (23 tahun) berinisial EA, sementara 5 pelaku lainnya masih di bawah umur. Mereka mencuri handphone teman nongkrong sendiri saat berkumpul di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kuto Bedah, Polehan, Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan korban awalnya diajak membeli makan. Namun, sebelum membeli makan pelaku meminta handphone untuk ditaruh di dalam jok motor. Kejadian itu dilakukan, pada Jumat 12 Juni 2020, lalu, sekitar pukul 21.00 WIB.

“Dua korban RA dan BPD saling kenal dengan 6 pelaku. Kita amankan satu karena yang lima di bawah umur. Untuk pelaku anak biasanya (hukuman) lebih ke diversi,” ujar Leonardus, Kamis, (16/7/2020).

Saat mencuri handphone, korban diajak salah satu pelaku untuk membeli makan. Pelaku lainnya mengambil handphone dijok motor. Saat kembali, korban lantas membuka jok motor ternyata handphone miliknya tidak ada alias sudah dicuri.

Korban lantas mempertanyakan keberadaan handphone miliknya. Alasan para pelaku, mereka baru saja didatangi oleh sekelompok orang dewasa yang mabuk. Mereka mengaku dipukul dan handphone milik dirampas oleh kelompok orang dewasa itu. Korban kemudian melaporkan hal itu kepada orangtuanya, selanjutnya melaporkan ke Polresta Malang Kota.

“Mereka mengaku dipukuli dan diancam dengan senjata tajam. Sehingga kedua handphone korban diambil. Tersangka dikenakan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar