Hukum & Kriminal

Tawarkan Villa Plus Perempuan, Polisi Amankan Mucikari Asal Pacet

Tersangka Aditya Afandi (18) saat di realese di rumah dinas Kapolres Mojokerto AKBP Feby DP Hutagalung. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Praktek prostitusi berkedok sewa villa di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto dibongkar Satreskrim Polres Mojokerto. Seorang calo villa, Aditya Afandi (18), warga Dusun Padusan RT 002 RW 002, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, diamankan.

Kapolres Mojokerto, AKBP Feby DP Hutagalung mengatakan, pengungkapan prostitusi berkedok sewa villa tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah terhadap kasus prostitusi di Pacet. “Satreskrim melakukan pengembangan diperoleh informasi ada mucikari yang menawarkan perempuan dibuat kencan di villa tertentu,” ungkapnya, Selasa (28/1/2020).

Dari hasil pengembangan dan penyelidikan, berhasil mengamankan seorang calo yang menjadi mucikari praktek prostitusi berkedok sewa villa tersebut. Tersangka mengakui menawarkan perempuan yang diakui sebagai temannya kepada pria hidung belang untuk kencang semalam di villa yang disewa.

“Tarif yang ditawarkan kepada pria hidung belang tersebut untuk kencan satu malam sebesar Rp 900 ribu. Dari Tarif sebesar Rp 900 ribu tersebut, tersangka mendapatkan Rp 150 ribu, yang perempuan mendapat Rp 500 ribu, sisa untuk sewa villa. Tersangka juga mendapatkan komisi dari perempuan tersebut Rp 100 ribu,” katanya.

Masih kata Kapolres, perempuan yang ditawarkan tersangka berstatus janda. Sementara modus yang digunakan tersangka dengan cara menawarkan sewa villa dan perempuan yang bisa menemani untuk diajak berhubungan badan. Perempuan tersebut sudah stand by di villa jika pria hidung belang tersebut mau.

“Jadi tidak online, tersangka menawarkan villa namun juga menawarkan perempuan yang sudah stand by di lokasi. Belum tahu persis tapi dari kejadian ini akan dikembangkan karena tidak menutup kemungkinan lain ada mucikari lain dengan modus yang sama,” jelasnya.

Sementara itu, tersangka Aditya Afandi (18) mengaku baru setengah tahun menjalani profesinya tersebut. “Ada 2 cewek, mereka teman dan statusnya janda yang butuh uang. Tarifnya Rp 900 ribu, Rp 500 ribu untuk teman, saya dapat antara Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu, sisanya sewa villa,” urai tersangka yang belum berkeluarga ini.

Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa satu potong selimut motif daun warna hitam dan merah, satu potong sprei motif kotak-kotak warna merah, putih dan biru, uang sebesar Rp 900 ribu dan satu buah Handphone (HP) merk Xiaomi tipe MI 9T. Tersangka dijerat Pasal 396 KUHP dan Pasal 506 KUHP dengan ancaman 16 bulan.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar