Hukum & Kriminal

Taruh ‘Ranjau’ Sabu di Dekat Satpas, Warga Mojokerto Diamankan dengan Ribuan Pil Double L dan Sabu

Mojokerto (beritajatim.com) – Sayu Dewanto (24) diamankan anggota Satnarkoba Polresta Mojokerto. Pelaku diamankan saat ‘ranjau’ narkotika jenis sabu di dekat Satuan Penyelenggara Administrasi Surat Izin Mengemudi (Satpas SIM) Prototype Satlantas Polresta Mojokerto di Jalan Raya Bloto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Kasat Narkoba Polresta Mojokerto, AKP Singgih Kurniawan mengatakan, pelaku warga Desa Sambirejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto tersebut diamankan saat ‘ranjau’ sabu. “Satu plastik isi sabu seberat 1 gram ditaruh di dekat Satpas,” ungkapnya, Senin (28/6/2021).

Masih kata Kasat, petugas kemudian melakukan pengembangan ke rumah kontrakan pelaku di Desa Wringin Rejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Di rumah kontrakan pelaku ditemukan barang bukti berupa dua plastik klip isi 2 gram. Petugas kembali melakukan pengembangan ke tempat kos pelaku.

“Di tempat kos pelaku di Desa Daleman, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ditemukan barang bukti sabu dan pil double L. Yakni sebanyak 2 plastik besar isi sabu 185 gram dan pil double sebanyak 134 ribu butir, satu timbangan elektrik, 180 botol plastik warna putih tempat pil double L, satu buah HP,” jelasnya.

Kasat menjelaskan, pelaku mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari pelaku yang dikenalnya saat di tempat kos. Pelaku mengaku sudah lama tidak bertemu namun masih komunikasi. Pelaku diajak untuk bisnis narkoba sebagai kurir barang haram dan mendapatkan upah sebesar Rp500 ribu setiap minggu.

“Pelaku mengaku kenal di rumah kos di Daleman, tapi lama tidak bertemu. Pelaku masih berkomunikasi dan mengajak untuk kerja, ternyata jadi kurir sabu. Pelaku mendapatkan upah Rp500 ribu setiap minggu, sistemnya ranjau. Hanya mengantar tanpa mengetahui dan bertemu, baik saat mengambil maupun mengantar,” tegasnya.

Dalam kasus tersebut, pelaku selain sebagai kuda (kurir), juga gudang sehingga barang bukti banyak ditemukan di tempat kos dan kontrakan pelaku. Sabu ditemukan di bawah kursi, sementara pil double L ditemukan di dalam kamar kos pelaku di Desa Daleman, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

“Terbanyak warga Kabupaten Mojokerto yang kita amankan, namun sasaran warga Kota Mojokerto. Mulai April sampai Juni 2021, ada sebanyak 26 pelaku diamankan Satnarkoba Polresta Mojokerto. Rata-rata para pelaku diamankan dengan barang bukti narkoba jenis sabu. Sabu ini, meski mahal tapi banyak dicari karena sabu itu identitas dan kebutuhan,” tuturnya.

Kasat menjelaskan, sabu untuk identitas sehingga banyak kalangan pakai sabu agar diakui komunitas. Alasan kedua untuk bekerja, dengan menggunakan sabu bisa kuat, lebih maksimal dan sebagainya. Harga sabu diakui memang mahal dibanding pil koplo, 1 gram antara Rp1 juta sampai Rp1,2 juta.

“Tapi karena kebutuhan ya, banyak yang cari. Butuh juga sesuai kebutuhan tubuh, kalau sudah biasa maka akan nagih karena ketergantugan. Sebanyak 26 pelaku ini jaringan berbeda, rata-rata dikenalkan dari teman, dari medsos. Tidak kenal langsung sehingga cukup kesulitan mengungkap yang di atasanya,” pungkasnya.

Pelaku dijerat Pasal 114 ayat 2 subs Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman ancaman minimal 5 tahun, seumur hidup dan Pasal 197 Subs Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar