Hukum & Kriminal

Tarif Janda Manis Bertato di Dada Ini Rp 500 Ribu Sekali Kencan

PSK asal Pamekasan yang terjaring razia oleh Polres Sumenep

Sumenep (beritajatim.com) – Dua perempuan berparas manis ini diciduk aparat Polres Sumenep karena mereka diduga merupakan pekerja seks komersial (PSK).

Dua PSK itu masing-masing berinisial AN (20), warga Pasean, Pamekasan, dan AY (22), warga Banyuwangi. Mereka ditangkap di sebuah hotel di kawasan kota Sumenep, saat melayani dua pria hidung belang masing-masing berinisial WH (25), warga Kota Pamekasan, dan HS (39), warga Guluk-guluk, Sumenep.

Terungkapnya praktek prostitusi itu setelah Polisi meringkus Eko Rachman warga Desa Matanair, Kecamatan Rubaru yang diduga sebagai muncikari.

“Tersangka Eko ini berperan sebagai penyedia jasa PSK sesuai pesanan. Transaksi biasanya dilakukan melalui handphone,” kata Kapolres Sumenep AKBP Deddy Supriadi, Kamis (30/01/2020).

Dari hasil interogasi, dua janda manis bertato di dada itu mematok tarif Rp 500 ribu untuk satu kali kencan. Sedangkan mucikarinya mendapat ‘fee’ Rp 100 ribu untuk satu kali transaksi.

“Dari tangan tersangka Eko, kami menyita uang tunai Rp 1.200.000, diduga hasil dari transaksi dua PSK itu,” ungkap Deddy.

Dalam pemeriksaan, tersangka Eko mengaku sudah cukup lama menggeluti bisnis ‘esek-esek’ ini. Ia mengaku sedikitnya sudah 10 kali bertransaksi menyediakan jasa wanita penghibur.

Saat ini, Eko diamankan di Mapolres Sumenep, dijerat pasal 506 atau pasal 296 KUHP juncto pasal 2 ayat (1) UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang perdagangan orang.

“Ancaman hukumannya pidana penjara 1 tahun 4 bulan,” terang Deddy. [tem/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar