Hukum & Kriminal

Tangkap Buron Curanmor Kepulauan Sumenep, Lalu Bongkar Jaringan Sabu

BB yang disita dari lima tersangka penyalahgunaan sabu (foto/ dok. Humas Polres Sumenep)

Sumenep (beritajatim.com) – Aparat Polsek Kangean, Kabupaten Sumenep, berhasil membekuk lima tersangka dalam satu jaringan peredaran narkoba jenis sabu di wilayah kepulauan Kangean.

Kelima tersangka itu masing-masing bernama Taufik Anwar alias Opek (25), warga Desa Kalikatak, kemudian Andi Subroto (25), warga Desa Sumber Nangka, Sitki Niam alias Kiki (17), seorang pelajar warga Desa Bilis-bilis, Moh. Suri (36), warga Desa Duko, dan Musahnan (41), juga warga Desa Duko. Semuanya Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean.

“Kelima tersangka itu ditangkap secara berantai satu persatu berdasarkan pengakuan masing-masing tersangka,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Jumat (19/2/2021).

Tersangka yang pertama kali ditangkap adalah Opek yang merupakan target operasi (TO) alias buron Polsek Kangean untuk kasus curanmor. Opek ditangkap di rumah istrinya. Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan barang bukti (BB) berupa pipet kaca yang terdapat sisa sabu.

“Ketika ditunjukkan, Opek mengakui bahwa BB itu miliknya. Ia mendapatkan sabu dengan cara membeli dari Andi Subroto,” ungkap Widiarti.

Petugas pun bergerak ke kediaman Andi untuk melakukan penangkapan. Di rumah Andi, polisi menemukan 1 poket sabu. Ketika ditunjukkan, Andi mengaku sabu itu miliknya sendiri yang didapat dengan cara membeli kepada Kiki.

“Selanjutnya anggota Polsek Kangean melakukan pengembangan ke rumah Kiki. Saat penggeledahan, petugas menemukan 2 pipet kaca terdapat sisa sabu. Ketika ditunjukkan, Kiki mengakui itu miliknya. Ia mendapat sabu dengan cara membeli kepada Moh. Suri,” paparnya.

Selanjutnya anggota Polsek Kangean melakukan pengembangan ke rumah Moh. Suri. Dalam penggeledahan, polisi menemukan HP yanh dijadikan alat komunikasi transaksi jual beli sabu. Tersangka Moh. Suri ini juga mengakui telah menjual sabu kepada Kiki. Sabu itu menurut pengakuannya, didapat dari Musahnan.

“Anggota Polsek Kangean pun melanjutkan pengembangan ke rumah Musahnan. Dalam penggeledahan, petugas selain menemukan HP sebagai alat komunikasi transaksi jual beli sabu, juga ditemukan uang sebesar Rp 700.000 dari penjualan sabu,” terang Widiarti.

Ia menambahkan, tersangka Musahnan membenarkan bahwa dirinya yang telah menyerahkan sabu kepada Moh. Suri untuk dijual. “Tersangka Musahnan ini mengaku mendapatkan sabu dari warga Waru, Pamekasan berinisial HN. Sekarang masih dalam pengejaran kami,” ujarnya.

Saat ini kelima tersangka berikut barang buktinya diamankan di Polsek Kangean guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. “Tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) juncto pasal 112 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas Widiarti. [tem/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar