Hukum & Kriminal

Tangkal Covid-19, PN Mojokerto Akan Gelar Sidang Online

Video conference yang digelar PN Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Antisipasi penyebaran virus corona (Covid-19), Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto akan menggelar sidang perkara pidana secara online. Sidang online melalui video conference tersebut rencananya akan dilakukan uji coba pada, Senin dan Selasa pekan depan.

Sidang video conference tersebut dilakukan dengan para pihak, baik jaksa, hakim, pengacara maupun terdakwa tidak berada di ruang sidang. Majelis hakim dan pengacara di ruang sidang, jaksa dan saksi di Kejaksaan Negeri (Kejari) dan terdakwa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Kepala PN Mojokerto, Agus Walujo Tjahjono mengatakan, pihaknya sudah melakukan video conference koordinasi antar pimpinan. “Yakni PN Mojokerto, Kejari Kabupaten, Kejari Kota, Polresta dan Polreskab, Lapas Mojokerto tentang rencana persiapan sidang secara online,” ungkapnya.

Dari hasil video conference yang digelar, disepakati terkait teknik persidangan. Yakni majelis hakim dan kuasa hukum di ruang sidang yakni di PN Mojokerto, terdakwa di Lapas Klas IIB Mojokerto, saksi dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota maupun Kabupaten Mojokerto.

“Minggu depan uji coba dulu karena tadi ada kendalanya di IT suara tidak jelas, kita sempurnakan dulu. Setelah sempurna, OK kita laksanakan. Senin-Selasa uji coba dulu, kalau fix ada izin dari KPT (Kepala Pengadilan Tinggi, red) Surabaya akan dilaksanakan,” katanya.

Rencana realisasinya, lanjut Agus, masing-masing hakim membawa laptop saat sidang. Begitu juga dengan JPU di Kejaksaan dan dan terdakwa di Lapas yang dalam hal ini disediakan Lapas Klas IIB Mojokerto. Setelah uji coba persidangan semu, maka awal atau minggu kedua bulan April 2020 persidangan online sudah bisa dilaksanakan.

“Untuk mencegah penyebaran Covid-19 dengan membatasi jumlah pengunjung pengunjung ke sidang, yang boleh masuk para perdata dan JPU dan kuasa hukum. Tapi kalau sidang online maka hanya wartawan dan kuasa hukum yang boleh masuk karena saksi dan jaksa di Kejaksaan, terdakwa di Lapas,” lanjutnya.

Pasalnya, pihaknya diminta untuk tidak meniadakan sidang sehingga PN Mojokerto mencoba sidang secara online. Sidang online tersebut akhirnya menjadi pilihan PN Mojokerto, lanjut Agus, tujuannya agar terdakwa tidak terkoneksi dengan pihak luar.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto, Halila Rama Purnama. Sidang online dilakukan untuk mendukung social dan physical distancing dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. “Kita tadi telah melakukan video conference rapat koordinasi dengan menggunakan Aplikasi Zoom,” jelasnya.

Dari hasil rapat koordinasi disepakati penempatan para pihak dalam persidangan. Yakni majelis hakim dan kuasa hukum di PN Mojokerto, JPU dan saksi di Kejari Kota Mojokerto, saksi penangkap untuk perkara narkoba di Polresta Mojokerto, terdakwa di Lapas Klas IIB Mojokerto.

“Ini untuk sidang pidana. Sementara uuntuk perkara anak, orang tua, Bapas (Balai Pemasyarakatan, red) dan Peksos (Pekerja Sosial, red) berada di Kejari Kota Mojokerto. Sidang secara Online akan dimulai pada tanggal 30 Maret 2020, Senin depan,” tegasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar