Hukum & Kriminal

Tanggung Biaya Pengobatan, 8 Korban Letusan Balon Hari Santri

Kediri (beritajatim.com) – Yayasan Pendidikan Al Maarif, Singosari Malang mengakui jika balon pesta yang menyebabkan delapan warga Puncu, Kabupaten Kediri mengalami luka bakar merupakan miliknya.

Atas kejadian itu, pihak yayasan menanggung seluruh biaya pengobatan korban dan persoalan itu diselesaikan secara kekeluargaan.

Diketahui, letusan balon terjadi pada Selasa lalu, dan melukai 8 orang warga Puncu. Sekitar 250 balon diterbangkan pada saat peringatan Hari Santri Nasional ke-5 di tahun 2019.

Pelepasan balon yang menjadi tradisi rutin itu dilakukan di lapangan setempat oleh Yayasan dan Forkopincam Singosari. Diantara ratusan balon tersebut, oleh pihak yayasan diberikan satu kupon vocer yang bernilai Rp 2 juta, bagi warga yang menemukannya.

Abdul Kodir, perwakilan Yayasan Al Maarif Singosari, Malang mengatakan, atas kejadian tersebut, pihaknya menyatakan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban dan menyantuni masing masing korban sebesar Rp 5 juta yang diberikan kepada keluarga korban.

“Kami ingin menyelesaikan masalah ini melalui jalur kekeluargaan dan tidak ke jalur hukum,” kata Abdul Kodir.

Masih katanya, jika ke depan akan melakukan evaluasi untuk merayakan Hari Santri Nasional agar tidak menimbulkan korban jiwa lagi. Selain itu perwakilan yayasan juga telah meminta maaf kepada keluarga korban karena peristiwa ini merupakan kecelakaan dan musibah tanpa adanya unsur kesengajaan.

“Kami juga berterima kasih kepada keluarga besar PCNU Kabupaten Kediri, NU Care, LPBHNU Kabupaten Kediri yang memfasilitasi kami, mendampingi kami dapat proses mediasi dengan keluarga korban,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, delapan orang terluka bakar akibat letusan balon pesta di Hutan Manggis, Puncu di Petak 60 D. Letusan balon berisi gas karbit tersebut diduga terjadi akibat tersundut rokok saat warga berebut.

Akibat dari kejadian ini bebrapa korban masih dirawat di Rumah Sakit Umum Kabupaten Kediri karena menderita luka pada bagian wajah, tangan dan kaki. Namun sebagian korban sudah diperbolehkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan. [nng/ted].

Apa Reaksi Anda?

Komentar