Hukum & Kriminal

Tanggani 292 Perkara, Kejari Kabupaten Mojokerto Musnahkan BB Senilai Rp750 Juta

Mojokerto (beritajatim.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto memusnahkan barang bukti (BB) narkoba senilai Rp750 juta di halaman kantor Kejari Kabupaten Mojokerto, Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (21/1/2019).

Tak hanya narkoba, Kejari Kabupaten Mojokerto juga memusnahkan sejumlah barang bukti lainnya. Diantaranya uang palsu dengan pecahan Rp10 ribu, Rp20 ribu dan Rp100 ribu senilai total Rp150 juta, tiga pucuk senjata api laras panjang serta 23 peluru aktif. BB tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar.

Sementara barang bukti sabu yang dimusnahkan dengan cara diblender seberat 500 gram, ganja kering seberat 200 gram dan pil double L sebanyak 50 ribu butir. Kasus lain yang ditanggani Kejari Kabupaten Mojokerto yakni UU Pangan, Lingkungan Hidup dan Pangan, Tindak Pidana Orang dan Harta Benda, Ketertiban Umum, Tindak Pidana Ringan dan UU Darurat.

“Perkara tersebut antara lain 44 perkara ketertiban umum, 38 perkara orang dan harta benda, 208 tindak pidana lain diluar KUHP termasuk narkotika, UU Pangan, Lingkungan Hidup dan UU Kehutanan serta 2 perkara tindak pidana ringan,” ungkap, Kepala Kejari Kabupaten Mojokerto, Rudy Hartono.

Kejari menyebut barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan barang bukti untuk perkara yang sudah diputus oleh Pengadilan Negeri (PN) dan memiliki kekuatan hukum tetap. Jika diprosentasi, Kejari Kabupaten Mojokerto mendapatkan pelimpahan kejahatan narkotika dari Polres Mojokerto hingga 80 persen dari keseluruhan kasus di tahun 2018.

“Untuk barang bukti 23 butir peluru aktif, kami titipkan ke Komunitas atau kepolisian karena kami tidak memiliki kemampuan untuk pemusnahan karena biasanya dimusnahkan dengan cara diledakan. Senjata api termasuk dalam UU Darurat. Yang lebih disayangkan lagi adalah para pelaku rata-rata masih berusia produktif,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi mengatakan, jika kasus narkoba di wilayah Kabupaten Mojokerto cukup memprihatinkan dengan sasaran kaum muda. “Kita akan meningkatkan pencegahan karena ini menjadi tanggungjawab kita bersama untuk memberantas narkoba di Kabupaten Mojokerto khususnya,” tuturnya.

Selain menekan instansi untuk melakukan penekanan terhadap bahaya narkoba melalui sosialisasi, pihaknya akan meningkatkan lagi pembinaan kepada anak-anak dan remaja terkait bahaya narkoba dan berbagai cara untuk menanggulangi tingginya kasus narkoba.

Dalam pemusnahan tersebut terlihat hadir Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi, Wakapolres Mojokerto, Kompol Ki Ide Bagus, S.I.K, Ketua Pengadilan Negeri Mojokerto, Muslim SH, Kepala BNN, Suharsih serta Kepala Rupbasan, Suwanto, SH.[tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar