Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Tangani Pelanggar Lalin, Satlantas Polres Mojokerto Gunakan Hipnoterapi

Kanit Turjawali Satlantas Polres Mojokerto, Edy Widoyono memberikan hipnoterapi kepada pelanggar lalu-lintas.

Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto punya cara unik dalam menangani pelaku pelanggaran lalu lintas. Bukan hanya dengan teguran dan tilang, melainkan juga menggunakan metode hipnoterapi

Dua warga Mojokerto diberikan hipnoterapi oleh Kanit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Mojokerto, Edy Widoyono. Ini dilakukan setelah keduanya terjaring Operasi Patuh Semeru 2022 di simpang tiga Perjuangan Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Sebelum dihipnoterapi, pelanggar lalu lintas tersebut diberikan pemahaman terkait tertib berlalu-lintas. Keduanya juga tidak menolak dilakukan hipnoterapi agar tidak lagi melakukan pelanggaran lalu-lintas yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.


Edy memberikan instruksi agar pelanggar mengikuti apa yang diminta. Tangan kiri pelanggar diminta untuk tidak kaku dan diarahkan ke wajah.

Setelah itu, Edy memberikan panduan agar pelanggar tidur ketika matanya terasa berat.. Tak lama pelanggar pun tertidur dan Edy melanjutkan pemberian sugesti agar tertib berlalu-lintas.

Tidak sampai 5 menit, pelanggar kembali disadarkan dari pengaruh hipnoterapi yang telah dilakukan. Setelah menjalani hipnoterapi, pelanggar tampak langsung sadar dan mengaku ada perasaan takut jika hendak berkendara tidak memakai helm.

Salah satu pelanggar, Andik mengaku, ada rasa takut tidak pakai helm saat berkendara setelah dilakukan hipnoterapi. “Perasaannya takut kalau tidak pakai helm. Insya Allah akan tertib ke depannya. Sebentar, dekat soalnya. Biasanya gtu (tidak pakai helm),” ungkapnya, Selasa (21/6/2022).

Masih kata warga Brangkal ini, jika ia keluar meski di jalan namun dekat kebiasaannya tidak memakai helm. Ia juga tidak tahu jika ada Operasi Patuh Semeru 2022 di simpang tiga Perjuangan sehingga ia sengaja tidak memakai helm saat keluar rumah.

Sementara itu, Kanit Turjawali Edy mengatakan, tujuan hipnoterapi tersebut diberikan kepada pelanggar dengan tujuan agar masyarakat patuh pada aturan lalu-lintas.

“Dengan metode hipnoterapi ini, insya Allah mereka yang melanggar akan lebih baik. Pelanggar lalu-intas kita berikan teguran simpatik agar kedepan lebih tertib berlalu-lintas dan menyampaikan terkait berita viral jika naik seperti motor tidak boleh pakai sendal jepit,” katanya.

Tujuannya itu hanya satu. Kanit menjelaskan, jika selama ini pihak kepolisian mengedepankan pada helm agar terlindung, namun saat ini juga kaki. Tujuannya agar kaki bisa terlindungi dengan menggunakan sepatu.

“Jika terjatuh yang seharusnya lecet-lecet tapi kaki kita bisa terlindungi. Alhamdulillah selama ini dengan metode hipnoterapi manfaatnya cukup banyak. Terutama anak-anak pelajar, saya masih hunting ke sekolah-sekolah untuk memberikan metode hipnoterapi,” tuturnya.

Hal tersebut dilakukan agar para pelajar tertib berlalu-lintas. Sehingga saat ini pihaknya menggelar Operasi Patuh Semeru 2022 di daerah pinggir dengan sasaran masyarakat. Selain menjaring pelanggar juga memberikan terapi kepada masyarakat agar tidak melanggar lalu-lintas.

“Agar masyarakat bisa lebih tertib untuk berkendala di jalan raya dengan metode hipnoterapi ini. Tadi yang melanggar, kita berikan hadiah helm yang tadinya alasan tidak punya helm, sekarang punya helm,” ujarnya.

Dalam Operasi Patuh Semeru 2022 tersebut, pelanggaran kendaraan bermotor enam pelanggar dan pelanggaran surat-surat 10 pelanggar. Sebanyak enam kendaraan roda dua diangkut petugas untuk dibawa Kantor Satlantas Polres Mojokerto.

Operasi Patuh Semeru 2022 ini berlangsung selama 14 hari, yakni mulai dari tanggal 13 Juni sampai dengan tanggal 26 Juni 2022. Operasi Patuh Semeru 2022 digelar seluruh wilayah Jawa Timur, tak terkecuali di wilayah Kabupaten Mojokerto. [tin/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar