Hukum & Kriminal

Tambah ‘Penumpang’ Antikorupsi, Bus KPK Tiba di Ngawi

Jakarta (beritajatim.com) – Setelah pelepasan seremonial yang digelar pada Jumat (21/6) di halaman Gedung Merah Putih KPK, hari ini (25/6) Bus KPK “Jelajah Negeri, Bangun Antikorupsi” mulai menyapa warga Ngawi dan sekitarnya.

Dalam sambutan pada pembukaan kegiatan Roadshow Bus KPK yang bertempat di Pendopo Wedya Graha Kabupaten Ngawi, pagi tadi Ketua KPK Agus Rahardjo mengingatkan kepada 300 peserta yang merupakan pejabat dan aparatur pemerintahan mulai dari Bupati, Camat hingga Kepala Desa agar terus melakukan perbaikan dan berbenah diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau kita lihat tahun 2018, skor IPK kita di angka 38. Ini merupakan paling rendah di ASEAN. Oleh karena itu saya selalu mengingatkan, mari kita perbaiki, sistemnya sama-sama kita perbaiki. Supaya nanti rakyat bisa melihat apa yang dilakukan pemerintah untuk rakyatnya,” ujarnya melalui pernyataan resmi, Selasa (25/6/2019).

Agus juga menyampaikan bahwa tugas KPK sangat banyak dan tidak hanya penindakan. Tetapi, KPK juga memiliki kewenangan pencegahan. Salah satunya dilakukan dengan menyelenggarakan sosialisasi dan pendidikan antikorupsi. Dengan menggunakan bus sebagai media kampanye, KPK ingin terus menambah “penumpang” antikorupsinya.

Bupati Ngawi Budi Sulistyanto menyampaikan pesan dan harapan kepada para jajarannya agar mengambil manfaat dari program bus KPK ini. “Yang hadir hari ini dari berbagai perangkat desa agar memviralkan. Bisa ngomongi kancane, untuk antikorupsi. Sehingga kita bisa sama-sama bersih. Program bus KPK ini ngajarin antikorupsi sejak dini mulai dari anak anak, supaya tidak nyontek. Semoga apa yang kita sajikan bisa memberikan manfaat yang luar biasa,” katanya.

Usai pembukaan, rangkaian acara pun langsung digelar. Mulai dari sosialisasi gratifikasi bagi aparatur pemerintah daerah, pelayanan publik hingga kegiatan bermain (play day) yang sarat dengan nilai-nilai antikorupsi untuk anak-anak, seperti boardgames, mendongeng, nonton film antikorupsi dengan peserta mulai dari siswa TK, SD hingga SMP/MTS juga tenaga pendidik mulai dari guru hingga kepala sekolah.

Harapannya, simulasi pendidikan antikorupsi menggunakan permainan seperti boardgames, mendongeng atau film menjadi cara yang menyenangkan dan mudah diterapkan bagi pendidik ke depannya untuk mengenalkan nilai-nilai antikorupsi pada siswa didiknya. Demikian juga dengan sosialisasi/diseminasi pendidikan antikorupsi dan pengenalan aplikasi JAGA kepada pendidik diharapkan dapat meningkatkan literasi antikorupsi pendidik.

Bus KPK tiba di Ngawi pada Sabtu (22/6) pukul 14.30 WIB. Di tiap kabupaten/kota Bus KPK dijadwalkan singgah dengan durasi 2-3 hari. Untuk Kabupaten Ngawi dijadwalkan 2 hari 25-26 Juni 2019 sebelum bertolak ke Kota Madiun. Selain Ngawi dan madiun, bus akan singgah di 26 kabupaten/kota lainnya di 3 provinsi Jawa Timur, Bali dan Jawa Tengah.

Di setiap daerah yang dilewati, KPK akan berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui berbagai program pencegahan korupsi. Beberapa pogram antikorupsi yang diperkenalkan kepada masyarakat Ngawi di antaranya adalah edukasi antikorupsi untuk pelajar dan juga guru, pameran pelayanan publik, sosialisasi tentang gratifikasi untuk aparatur daerah, sosialisasi antikorupsi untuk komunitas dan masyarakat sipil. Tidak ketinggalan sosialisasi antikorupsi untuk legislatif dan DPD partai politik serta sosialisasi tentang panduan pencegahan korupsi bagi sektor bisnis khususnya usaha kecil menengah (UKM). [hen/but]

Berikut ini jadwal singgah Bus KPK di 17 kota di Jawa Timur, 9 kota di Bali dan 2 kota di Jawa Tengah:

Provinsi Jawa Timur
Ngawi 25-26 Juni 2019
Kota Madiun 28-30 Juni 2019
Nganjuk 2-3 Juli 2019
Jombang 5-7 Juli 2019
Mojokerto 9-10 Juli 2019
Kota Surabaya 12-14 Juli 2019
Kota Probolinggo 16-17 Juli 2019
Situbondo 19-21 Juli 2019
Banyuwangi 23-24 Juli 2019
Jember 30 Agustus-1 Sept 2019
Lumajang 3-4 September 2019
Malang 6-8 September 2019
Batu 10-11 September 2019
Kota Blitar 13-15 September 2019
Tulung Agung 17-18 September 2019
Ponorogo 20-22 September 2019
Magetan 24-25 September 2019

Provinsi Bali
Buleleng 26-28 Juli 2019
Karang Asem 30-31 Juli 2019
Klungkung 6-7 Agustus 2019
Bangli 8-9 Agustus 2019
Gianyar 14-15 Agustus 2019
Kota Denpasar 16-18 Agustus 2019
Badung 20-21 Agustus 2019
Tabanan 23-25 Agustus 2019
Jembrana 27-28 Agustus 2019

Provinsi Jawa Tengah
Kota Surakarta 27-29 September 2019
Karang Anyar 1-2 Oktober 2019
(Sumber KPK)

Apa Reaksi Anda?

Komentar