Hukum & Kriminal

Tak Tertib Berkendara, Warga Kota Malang Siap-siap Kena E-Tilang

Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution.

Malang (beritajatim.com) – Satlantas Polresta Malang Kota akan menerapkan tilang elektronik atau E-Tilang. Kini mereka bersama Dishub Kota Malang sedang mematangkan rencana pembelian kamera e-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) untuk mendukung program tersebut.

“Biaya kamera ini cukup tinggi. Per titiknya bisa mencapai Rp400 hingga Rp500 juta. Mungkin kedepannya, kamera CCTV yang sudah ada bisa dimodif untuk menekan biaya. Mungkin 3 titik dulu,” kata Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Ramadhan Nasution, Sabtu (6/2/2021).

Ramadhan mengatakan hasil pemetaan sementara ada 4 titik prioritas pemasangan kamera pintar ini. Yakni, Traffic Light di Hotel Savanna Jalan Jaksa Agung Suprapto, Simpang Tiga Kayutangan (PLN dan Toko Avia), Jembatan Soekarno Hatta, Traffic Light Jalan A. Yani (Masjid Sabilillah).

“Tidak hanya sebagai kamera pengawas, kamera -TLE ini otomatis juga dapat melacak jenis-jenis pelanggaran anda, bahkan saat anda menelepon. Tapi memang hanya pelanggaran tertentu saja, belum semua,” ujar Ramadhan.

Ramadhan mengungkapkan, Satlantas Polresta Malang Kota dan Dinas Perhubungan Kota Malang telah melakukan studi banding sistem penerapan e-tilang di Polda Jatim dan Pemprov Jatim. Wali Kota Malang Sutiaji juga mendukung dan menyiapkan anggaran untuk belanja kamera E-Tilang.

Secara teknis pengendara motor yang terdeteksi melanggar, akan dikirimi surat peringatan tilang sesuai nomor plat dan alamat yang terdata di Samsat. Setelah mendapat surat ini, pelanggar segera melakukan klarifikasi dalam waktu 7 hari.

“Jika tidak, maka STNK atau SIM akan diblokir. Jadi harus diklarifikasi, nanti ada 2 pilihan mau sidang sendiri atau membayar langsung denda lewat BRI. Pelanggar dengan nomor plat luar kota juga tetap bisa diproses, karena sekarang kan sudah online semua,” tandasnya. [luc/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar