Hukum & Kriminal

Tak Terbukti Korupsi, Sekda Gresik non Aktif Andhy Hendro Wijaya Bebas

Gresik (beritajatim.com) – Sekda Pemkab Gresik non aktif, terdakwa Andhy Hendro Wijaya, divonis bebas oleh Majelis Hakim Tipikor Surabaya. Dalam sidang yang diketuai I Wayan Sosiawan, SH itu, Terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan jaksa. Terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana seperti yang didakwakan Jaksa Penuntut umum (JPU) Kejari Gresik.

“Menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi pemotongan jasa insentif di BPPKAD Kabupaten Gresik. Membebaskan terdakwa dari segala dakwaan JPU, mengembalikan nama baik terdakwa di depan hukum dan mencabut terdakwa dari tahanan kota,” ujarnya, Senin (30/03/2020).

Pada amar putusan Majelis hakim tidak sependapat dengan dakwaan penunutut umum yang mendakwa terdakwa dengan pasal 12 huruf (e) dan pasal 12 huruf (f) UU Tindak pidana korupsi.

Menurut majelis hakim, uang yang ditarik oleh saksi Muchtar dalam perkara ini bukan uang hasil korupsi dan potongan. Uang tersebut adalah uang yang sah dan halal dan tidak ada paksaan saat ditarik oleh saksi Muchtar.

“Menimbang uang potongan itu sudah berjalan sejak kepala BPPKAD dipimpin oleh Yetty Sri Suparyati pada tahun 2010 dimana cara pemotongan berbeda sewaktu dijabat oleh terdakwa. Bahwa waktu terdakwa menjabat sebagai kepala BPPKAD uang yang dipotong oleh saksi Muhtar merupakan uang yang sah dan halal. Pasalnya, uang hasil insentif yang diperoleh oleh pegawai BPPKAD per triwulan sekali masuk dulu ke rekening masing-masing pegawai. Selanjutnya, oleh pegawai dilakukan penyisihan, dan tidak paksaan,” ungkap anggota Majelis Hakim Kusdarwanto.

Majellis hakim juga menilai jaksa tidak bisa membuktikan bahwa terdakwa ikut menikmati uang hasil penyisihan insentif tersebut.

“Uang sisa penyisihan insentif oleh Muchtar diberikan oleh saksi Sulis waktu itu sebagai asisten pribadi terdakwa dan diperintahkan oleh terdakwa disimpan di brankas. Selanjutnya, uang itu untuk operasional kantor dan ada rinciannya,” papar Kusdarwanto.

Terkait dengan ini, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, Dimas Adji Wibowo akan melaporkan dulu hasil sidang ini kepada pimpinan untuk menentukan langkah-langkah untuk mengajukan kasasi.

“Petimbangan dalam putusan ini akan kami rapatkan dengan pimpinan dulu untuk mengajukan memori kasasi,” pungkasnya. [dny/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar