Hukum & Kriminal

Tak Sabar Antrian di Tol, Sok Jago yang Berujung Masuk Bui

Terduga pelaku penganiayaan saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Gayungan, Surabaya, Kamis (3/10/2019).(istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Perseteruan di jalan ternyata bisa berujung pada jeruji besi kepolisian. Sebuah cerita kasus dua lelaki di Surabaya, menjadikan pembelajaran betapa pentingnya menjaga mulut dan emosi saat berkendara. Bagaimana tidak, kedua lelaki yang saat itu hendak keluar tol di Waru, Sidoarjo, bersitegang saling mendahului saat hendak ke arah Kota Surabaya, Kamis (26/9/2019) sore.

Keduanya ingin cepat-cepat supaya memperoleh posisi terdepan dan terhindar dari antrian kemacetan. Kanit Reskrim Polsek Gayungan, Ipda Hedjen Oktianto menjelaskan, dari persiteruan di pintu tol, mereka bersitegang hingga di wilayah hukum Polsek Gayungan. “Tapi pas di pintu tol, tersangka M Yusuf sempat merusak spion mobil korban (Amik Mariana),” jelasnya, Kamis (3/10/2019).

Kemudian, meski sudah keluar tol, emosi tersangka tak kunjung redam. Tersangka dan korban pun berhenti di jalan Ahmad Yani seputaran Mall Cito. Pelaku yang tak tahan emosinya, lantas memukul korban sampai korban tersungkur dan mengalami luka lecet lantaran terjatuh ke aspal. “Korban ini pun tak terima karena pemukulan pelaku, lantas melaporkan kejadian dugaan penganiayaan ke Polsek Gayungan,” lanjutnya.

Kini, pelaku atau terlapor sudah tertangkap dan sedang menjalani pemeriksaan dan pemberkasan penyelidikan. Hingga akhirnya petugas memberikan sangkaan pelanggaran UU KUHP 351 ayat satu tentang dugaan tindak pidana penganiayaan. (man/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar