Hukum & Kriminal

Tak Kapok, Residivis ini Kembali Gelapkan Mobil Rental

Kapolres Ponorogo AKBP. Muchammad Nur Azis saat melakukan press release. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Merasakan dinginnya jeruji penjara, ternyata tidak membuat jera Hendrik (40), dalam melakukan kejahatan. Setelah keluar dari penjara, warga Desa Bancar Kecamatan Bungkal Ponorogo kembali melakukan perbuatan yang membuatnya mendekam di penjara selama 10 bulan. Yakni melakukan penipuan atau penggelapan dengan modus operandi sewa mobil rental

“Tersangka ini merupakan residivis dengan kejahatan yang sama, yakni penipuan atau penggelapan mobil,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Muchammad Nur Azis, Selasa (6/10/2020).

Kronologis kejahatan tersangka, kata Azis berawal saat Hendrik menyewa mobil rental jenis toyota avanza. Kepada calon korban (pemilik mobil rental), tersangka mengaku menyewa mobil selama tiga hari untuk keperluan acara keluarga. Namun, setelah batas waktu sewa habis, tersangka mengulur-ulur waktu dengan cara menambah durasi sewa atas mobil tersebut.

Merasa ada yang janggal, korban meminta tersangka untuk segera mengembalikan mobil tersebut. Namun, tersangka Hendrik tak kunjung mengembalikan. Tak patah arang, korban mendatangi rumah tersangka, disana tak membuahkan hasil. Karena mobil tidak ada, dan tersangka mengaku kalau mobil tersebut sudah digadaikan ke seseorang yang berada di Trenggalek. “Merasa ditipu, korban langsung melaporkan apa yang ditimpanya ke Polres Ponorogo,” katanya.

Mendapatkan laporan tersebut, satreskrim langsung melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya petugas berhasil menemukan mobilnya dan juga berhasil menangkap tersangka. Pengakuan tersangka mobil tersebut digadaikan senilai Rp 15 juta. Saat diintrogasi lebih mendalam, diketahui tersangka juga melakukan penggelapan mobil toyota innova. Mobil tersebut digadaikan ke seseorang di Tulungagung senilai Rp 20 juta.

“Tersangka Hendrik ini kami jerat dengan pasal 378 dan 372 tentang tindak pidana penipuan atau penggelapan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar