Hukum & Kriminal

Tak Dikasih Uang, Pengamen Pukul Pemilik Rumah, Ketangkap Massa dan Bonyok

Malang (beritajatim.com) – Seorang pengamen nekat memukul pemilik rumah setelah tidak diberi uang. Pengamen yang tubuhnya penuh tato itu, sempat kabur. Ia lalu dikejar warga kampung dan tertangkap, Kamis (13/6/2019).

Pengamen bernama Miseri (47), warga Lesanpuro, Kedungkandang, Kota Malang itu pun jadi bulan-bulanan massa yang kesal akan ulah Miseri.

Menurut Samsi, salah satu warga mengatakan, kejadian itu bermula saat Miseri mengamen di rumah Gufron pada pagi hari pukul 08.30 wib di Jalan Pudak, Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. “Karena tidak diberi uang pengamen marah, terus mukul pemilik rumah pakai gitar hingga berdarah,” ungkapnya.

Korban yang kesakitan dan mengeluarkan darah dari kepalanya kemudian minta tolong. Pelaku Miseri lalu kabur dan dikejar massa hingga tertangkap di Jalan Delima, Cepokomulyo, Kepanjen.

Massa yang emosi kemudian menghajar Miseri. Beruntung aksi tersebut bisa dilerai Anggota TNI, Babinsa Koramil Kepanjen dan warga setempat yang sehari-hari berdinas di Yon Zipur V Kepanjen.

Miseri kemudian diserahkan ke Polsek Kepanjen untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya. Sementara korban pemukulan yakni pemilik rumah, sempat dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk mendapatkan perawatan. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar