Hukum & Kriminal

Tak Dapat Remisi, Napi Kasus Korupsi Gigit Jari

Ponorogo (beritajatim.com) – Warga binaan kasus korupsi yang menghuni lembaga permasyarakatan (lapas) kelas IIB Ponorogo harus gigit jari. Pasalnya, pada peringatan HUT ke-74 RI, Sabtu (17/8/2019), surat keputusan potongan tahanan dari Kemenkumham belum juga didapat.

Seminggu yang lalu, usulan remisi untuk napi korupsi itu juga dibarengkan dengan 204 napi dengan kasus lain. Padahal 204 napi itu mendapatkan remisi dari Kemenkumham. “Seluruh usulan remisi disetujui, namun untuk napi kasus korupsi sampai sekarang surat keputusannya belum turun,” kata Kepala Subsie Pelayanan Tahanan Toufiqul Hidayatullah, Sabtu (17/8/2019).

Taufiq, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pengajuan remisi untuk napi kasus korupsi ada syarat yang harus dipenuhi. Salah satu yang utama adalah membayar denda atau uang pengganti. Selain itu juga telah menjalani hukuman di penjara monimal sembilan bulan.

Nah, di lapas Ponorogo, kata Taufiq, jumlah napi kasus korupsi ada 10 orang. Dari jumlah tersebut, tidak semua memenuhi syarat mendapatkan remisi. “Ada dua napi kasus korupsi yang sudah membayar denda dan telah kami usulkan untuk mendapat remisi. Namun hingga kemarin, belum ada putusan dari Kemenkumham RI,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, dalam moment peringatan HUT RI ke-74 ini, lembaga permasyarakatan (lapas) kelas II B Ponorogo mengusulkan remisi untuk ratusan warga binaannya. Dari total 347, ada 204 warga binaan yang diusulkan untuk mendapatkan remisi. “Dari 204 warga binaan yang kami usulkan, Alhamdulilah disetujui semua,” kata Taufiq. [end/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar