Hukum & Kriminal

Tahun 2020, Peredaran Pil Koplo di Ponorogo Tinggi

Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis (foto/Endra Dwiono).

Ponorogo (beritajatim.com) – Peredaran narkotika jenis pil dobel L di Ponorogo sepanjang tahun 2020 lalu mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dari data satnarkoba Polres Ponorogo mencatat, ada 62 kasus kepemilikan barang haram tersebut di 2020. Sementara pada tahun 2019, satnarkoba Polres Ponorogo menangani hanya 32 kasus.

“Kasus penyalahgunaan pil dobel L di Ponorogo tahun lalu memang paking tinggi, jika dibandingkan dengan narkotika jenis lain,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Aziz, Rabu (6/1/2020).

Sepanjang tahun 2020, barang bukti dari kasus pil dobel L ini ada 45.382 butir. Sedangkan untuk shabu seberat 23,4 gram dan 4,12 gram narkotika jenis ganja yang sudah diamankan. Minuman keras jenis arak jowo juga turut diamankan sebanyak 21,5 liter. Azis menyebut jika selain pil dobel L, narkotika jenis lainnya mengalami penurunan kasus sepanjang tahun 2020.

Untuk menciptakan Ponorogo yang aman dan kondusif, Azis menyebut pihaknya terus lakukan tindakan tegas terkait tindak pidana narkotika. Tak mengenal siapapun, baik pemilik, pengedar maupun pemakainya. Dia juga menghimbau kepada masyarakat untuk menjauhi barang haram tersebut. Sebab, barang haram itu, selain merugikan diri sendiri, juga bisa merugikan orang lain.

” Masyarakat Ponorogo jangan sampai memakai narkoba, sebab sangat merugikan. Kalau sudah tertangkap, akan diproses secara hukum yang berlaku.

Yang teranyar, satnarkoba Polres Ponorogo sedangb memprosea temuan narkotika jenis sabu di Rutan Kelas 2 B Ponorogo. Saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Jajarannya, terus melakukan pengungkapan siapa dibalik selundupkan sabu itu di rutan. Baik siapa pemiliknya maupun yang akan memakainya.

“Temuan sabu di rutan itu, ini masih proses penyidikan, hingga nanti kita akan temukan siapa tersangka pengedarnya,” pungkasnya. (end/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar