Hukum & Kriminal

Sulami Tewas Karena Luka Sayatan, Bukan Tusukan

Foto ilustrasi

Ponorogo (beritajatim.com) – Penyelidikan masih terus dilakukan oleh Polres Ponorogo terhadap kasus Sulami yang tewas bersimpah darah di rumahnya dukuh Banyuripan RT 01 RW 01 desa Wringinanom Kecamatan Sambit Ponorogo pada Senin (8/4/2019) malam.

Namun sampai saat ini polisi masih dalam dugaan awal, korban meninggal karena bunuh diri. Karena berdasarkan keterangan keluarga, sebelumnya pernah mencoba bunuh diri hingga dua kali namun digagalkan oleh pihak keluarga. Aksi nekatnya itu dipicu akibat penyakit menahun yang dideritanya. Selain itu seminggu sebelum kejadian, korban juga pernah dirawat di rumah sakit.

”Dugaannya Sulami bunuh diri. Karena luka yang ada diperut korban adalah luka sayatan kurang lebih 20 cm dan bukan luka tusukan,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Radiant, Rabu (10/4/2019).

Namun, kata Radiant, pihaknya masih mendalami keterangan dari keluarga korban. Bahwa Peno, suami siri korban diketahui berada di rumah saat siang hari hingga sore hari. Namun saat kejadian Peno sudah berada di Madiun dengan naik motor. Polisi pun tengah menyelidiki indikasi keterlibatan suami siri korban tersebut. Namun Peno sampai saat ini masih berstatus saksi.

”Kita masih dalami terus, saat ini masih saksi semua,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Polres Ponorogo mendatangkan tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk meautopsi jasad Sulami, warga dukuh Banyuripan RT 01 RW 01 desa Wringinanom Kecamatan Sambit Ponorogo yang tewas bersimpah darah dirumahnya pada Senin (8/4/2019) malam.

Ada 6 dokter forensik masuk kamar mayat RSUD dr. Harjono Ponorogo pada 12.00 WIB. Dan langsung mengautopsi jasad Sulami hingga pukul 15.30 WIB.

KBO Reskrim Polres Ponorogo Iptu Hariyadi mengungkapkan dari hasil autopsi sementara, tewasnya korban dipicu oleh luka sayatan benda tajam sepanjang 20 centimeter pada perut korban.

Hariadi menyebut tidak ada luka lain selain sayatan 20 centimeter yang diakibatkan oleh benda tajam itu. Tim forensik juga mengamankan sampel darah dan cairan yang ada pada tubuh korban untuk diteliti lebih lanjut.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar